Prabowo Kirim Pesan ke MSCI: Bangsa Indonesia Tidak Takut

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 16:27 WIB
Presiden Prabowo Pimpin SKP 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri, 21 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto mengirim pesan kepada penyedia indeks global MSCI di tengah ancaman penurunan status pasar modal Indonesia. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto mengirim pesan kepada penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) di tengah ancaman penurunan status pasar modal Indonesia.

Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan takut menghadapi tekanan, meski mengakui tantangan dan gangguan yang dihadapi masih besar.

"MSCI, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan pemerintah menyadari masih banyak tantangan yang harus dihadapi, sementara masyarakat mengharapkan hasil yang lebih besar. Ia menilai berbagai gangguan akan terus muncul, tetapi Indonesia harus tetap berani menghadapinya.

"Kita punya kekuatan, kita punya keberanian dan kita rela berkorban dan kita tidak mengenal menyerah," ujarnya.

Ia juga menyatakan pemerintah siap melakukan penghematan besar-besaran apabila diperlukan. Menurut Prabowo, langkah penghematan dapat ditempuh untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul.

"Kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran, kalau lebih hemat lagi nanti," kata Prabowo.

Pada 16 Oktober 2026, MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

MSCI menyebut usulan tersebut didasari kekhawatiran pelaku pasar mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.

Kemudian, MSCI menilai reformasi yang diumumkan otoritas Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten dan berdampak signifikan.

Selama proses konsultasi, MSCI juga tetap membekukan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)