KMP Batumandi Terbakar, Menhub Pastikan Evakuasi Lancar

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 18:00 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkap impor KRL bekas dari Jepang yang ingin dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terbentur aturan maksimal usia kereta.
KMP Batumandi mengalami kebakaran saat menyeberang dari Bakauheni ke Merak. Semua penumpang selamat. Menhub Dudy Purwagandhi instruksikan penanganan cepat. (FOTO:CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menginstruksikan koordinasi intensif untuk penanganan yang cepat dan aman terkait evakuasi Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di Merak.

KMP Batumandi terbakar saat bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak, insiden terjadi di alur masuk penyeberangan Merak, Cilegon, Banten, Selasa sore (20/10). Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan telah berhasil dievakuasi dengan selamat sebagaimana dilansri dari keterangan resmi.

Menhub Dudy memastikan proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan keamanan pelayaran sekitar lokasi kejadian. Sementara untuk penyebab insiden masih dalam proses pendalaman oleh pihak terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemenhub terus mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian. Kami juga siap menindaklanjuti hasil pemeriksaan sesuai dengan kewenangan kami," ujar Dudy di Pelabuhan Merak, Banten, (20/10).

Pada kesempatan ini Menhub turut memberikan apresiasi atas langkah sigap para petugas di lapangan serta berbagai unsur yang terlibat sehingga proses evakuasi bisa berjalan dengan aman dan lancar. Menhub juga menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa kebakaran kapal ini. 

"Kami atas nama pemerintah menyampaikan rasa prihatin terhadap kejadian ini. Kami terus berkoordinasi untuk penanganan kebakaran dan pengamanan kapal bersama instansi terkait. Alhamdulillah seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat," ungkap Menhub Dudy.

[Gambas:Youtube]

Proses penanganan melibatkan sejumlah kapal dan unsur pendukung, antara lain TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta unsur Bea Cukai BC 9006. Penanganan ini juga melibatkan petugas gabungan dari berbagai unsur, mulai dari unsur pelabuhan, Basarnas, kepolisian, dan instansi terkait.

Kemenhub melalui otoritas terkait telah mengoordinasikan pengerahan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta instansi terkait untuk mendukung proses pemadaman dan evakuasi.

Menhub menegaskan penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kepolisian. Oleh karena itu, semua pihak diminta untuk menunggu hasil investigasi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Kita serahkan proses investigasi kepada pihak yang berwenang. Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk mengetahui penyebab kejadian secara objektif dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan penanganan berjalan dengan baik dan aspek keselamatan menjadi perhatian utama," tegas Dudy.

Selain itu, Kemenhub terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan insiden dan evaluasi aspek keselamatan pelayaran berjalan sesuai kewenangan masing-masing. Evaluasi juga diperlukan untuk mengidentifikasi langkah pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.

Menhub menekankan bahwa keselamatan pelayaran tidak boleh dipandang sebatas pemenuhan persyaratan administratif, tetapi harus diwujudkan melalui kepatuhan terhadap standar keselamatan, kesiapan kapal dan awak, serta pelaksanaan prosedur keselamatan secara konsisten.

(ins/sfr)