KUR BRI Bantu Comring Sawargi Naik Kelas hingga Buka Lapangan Kerja

BRI | CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 17:43 WIB
BRI
(Foto: Arsip BRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Singkong bukan komoditas pertanian biasa bagi Ari Saftari, warga Kampung Bedeng Sawah, Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.

Sejak 2004, bahan pangan itu diolah menjadi comring dan beragam makanan ringan melalui PD Comring Sawargi, kemudian dijual lewat toko dan jaringan reseller.

"Usaha ini berangkat dari banyaknya singkong di daerah kami yang dapat diolah menjadi makanan ringan yang lebih bervariasi, salah satunya comring. Di sisi lain, ada warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan tambahan dengan waktu yang tidak terlalu menyita aktivitas sehari-hari," ujar Ari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengembangan usahanya, Ari memanfaatkan KUR BRI untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, serta menambah jumlah tenaga kerja yang menyasar warga setempat.

Saat ini, sebanyak 12 warga terlibat dalam berbagai tahapan produksi. Waktu kerja yang fleksibel memungkinkan mereka memperoleh tambahan penghasilan tanpa mengesampingkan tanggung jawab di rumah.

"Usaha comring ini membantu menambah penghasilan keluarga mereka. Waktu kerjanya juga cukup fleksibel sehingga tidak mengganggu tanggung jawab di rumah. Para pekerja terlibat mulai dari mengupas dan memarut singkong, mengolahnya menjadi comring, hingga mengemas produk untuk dijual," tutur Ari.

Menjaga ketersediaan bahan baku menjadi salah satu tantangan, terutama saat musim kemarau. Ketika pasokan dari petani di wilayah sekitar berkurang dan harga singkong meningkat, ia pun harus mencari bahan baku dari luar daerah agar kegiatan produksi tetap berjalan.

"Alhamdulillah, KUR BRI membantu memenuhi kebutuhan modal sehingga kami dapat meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran. Perkembangan usaha ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga kami dan warga sekitar," tambahnya.

Perkembangan usaha PD Comring Sawargi melalui dukungan KUR BRI ini sejalan dengan riset yang dilakukan oleh BRI Research Institute pada 2025 bertajuk "Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM".

Riset tersebut mencatatkan bahwa pembiayaan KUR dari BRI memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet usaha pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga mencapai double digit.

Berdasarkan hasil riset terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI, ditemukan fakta bahwa 66,2 persen debitur mengalami peningkatan omzet usaha.

Secara rinci, 45,9 persen responden melaporkan kenaikan omzet di kisaran 5-15 persen. Hasil survei ini juga mengindikasikan bahwa aktivitas usaha pelaku UMKM terus menunjukkan tren perbaikan seiring peningkatan akses terhadap pembiayaan produktif.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya menjelaskan, melalui penyaluran KUR, BRI mewujudkan komitmen mendukung Asta Cita, khususnya pada pilar meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas serta mendorong kewirausahaan.

"Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar. Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput," tutup Akhmad.

(rea/rir)
placeholder