Telkom Percepat Buyback Saham, Sisa Alokasi Lebih dari Rp3 Triliun

Telkom | CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 11:15 WIB
Ilustrasi Telkom
(Foto: Arsip Telkom)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempercepat pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp4 triliun yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026.

Per 19 Oktober 2026, sisa alokasi dana buyback masih lebih dari Rp3 triliun.

Program buyback berlangsung selama 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Pelaksanaannya dipastikan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, posisi kas perusahaan, serta kebutuhan operasional dan investasi sesuai ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno menyatakan bahwa evaluasi pelaksanaan buyback dilakukan dengan mengedepankan disiplin alokasi modal. Langkah tersebut didasarkan pada keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perusahaan.

"Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai Perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan," ujar Nanang.

Sementara, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Angelo, menambahkan bahwa aksi buyback dijalankan menggunakan dana internal perusahaan dengan pertimbangan kebutuhan operasional agar kondisi keuangan tetap terjaga.

"Pelaksanaan buyback merupakan bagian dari keputusan alokasi modal yang kami pertimbangkan secara disiplin, dengan melihat fundamental Perseroan dan prospek bisnis ke depan. Kami memastikan setiap keputusan penggunaan modal tetap sejalan dengan prioritas strategis TelkomGroup, sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan agar mampu mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan," pungkas Angelo.

Sejalan dengan transisi menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo), Telkom menyatakan melanjutkan akselerasi penataan portofolio dan efisiensi guna memperkuat kinerja operasional.

Pada saat bersamaan, inisiatif ini juga diarahkan untuk memperkuat margin EBITDA dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

(rea/rir)
placeholder