Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp18.046 per dolar AS pada perdagangan Senin (19/10) sore. Mata uang Garuda melemah 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang menguat, yakni won Korea Selatan sebesar 0,28 persen dan yuan China sebesar 0,06 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak datar.
Lihat Juga :AGRIFOOD FORUM 2026 Wamentan Sebut Jadi Petani Bisa Kaya, Cuan Rp21 Juta per Hektare |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina terdepresiasi 0,15 persen, yen Jepang turun 0,09 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,01 persen.
Pergerakan mata uang negara maju juga bervariasi. Dolar Australia menguat 0,42 persen dan dolar Kanada terapresiasi 0,34 persen terhadap dolar AS. Sebaliknya, euro melemah 0,29 persen, poundsterling Inggris turun 0,08 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,09 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen penghindaran risiko (risk-off) dan aliran keluar dana asing dari pasar domestik.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS, masih tertekan oleh sentimen risk-off dan arus keluar dana asing dari pasar domestik. Dolar AS sendiri terpantau rebound akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(lau/sfr)