AGRIFOOD FORUM 2026

Bos PTPN: Indonesia Sudah Swasembada Gula Kristal Putih Tahun Ini

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 14:11 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat gula kristal putih impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (1/4/2023). Holding Pangan ID Food mendatangkan Gula Kristal Putih (GKP) impor tahap pertama sebanyak 107.900 ton untuk menjaga ketersediaan dan stabil
Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III) Persero menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada gula kristal putih pada tahun ini. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III) Persero menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada gula kristal putih pada tahun ini.

Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna menyebut peningkatan produktivitas tebu menjadi salah satu faktor pendukung pencapaian tersebut.

Denaldy mengatakan produktivitas tebu didorong melalui program bongkar ratun, yakni peremajaan tanaman tebu rakyat dengan bibit unggul yang disediakan Kementerian Pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi Pak Wamentan menyampaikan bahwa kita tahun ini sudah swasembada gula kristal putih. Dan memang itu juga berkat program di mana tahun lalu kita mengadakan bongkar ratun," kata Denaldy dalam CNN Indonesia Agrifood Forum 2026, Senin (19/10).

Ia mengatakan PTPN berkontribusi sekitar 45 persen terhadap total kebutuhan gula nasional pada tahun lalu, dengan produksi sekitar 1,2 juta ton. Pada tahun ini, perusahaan memperkirakan produksi gula meningkat menjadi 1,3 juta ton.

"Jadi kalau tahun lalu PTPN yang memberikan kontribusi sekitar 45% dari total kebutuhan, yaitu tahun lalu kita memproduksi gula sekitar 1,2 (juta ton) kita ekspektasikan 1,3 (juta ton). Jadi salah satu aspek tugas daripada PTPN adalah bagaimana bisa meningkatkan produktivitas yang nantinya akan meningkatkan produksi," ujarnya.

Menurut Denaldy, peningkatan produktivitas tidak hanya mendorong produksi nasional, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani tebu melalui kenaikan hasil panen.

Ia mencontohkan tambahan produktivitas satu ton tebu per hektare dapat meningkatkan pendapatan petani hampir Rp11 juta per hektare.

"Tambahan satu ton per hektare saja itu bisa meningkatkan pendapatan petani hampir sampai dengan 11 juta per hektare," jelasnya.

Karena itu, PTPN berupaya meningkatkan produktivitas, memastikan ketersediaan bibit unggul, serta menjaga efisiensi produksi agar pendapatan dan kesejahteraan petani ikut meningkat.

(lau/agt)
placeholder