Kopdes Merah Putih Diramal Bikin Belanja Warga RI Hemat Rp300 Ribu

CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 15:35 WIB
Petugas menata produk beras di Koperasi Desa Merah Putih Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar, Bali, Jumat (31/7/2026). Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali mencatat nilai transaksi 716 Koperasi Desa/Kelur
Kemenkop memperkirakan Kopdes Merah Putih dapat menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp300 ribu per bulan melalui distribusi komoditas bersubsidi. (FOTO:ANTARA/NYOMAN HENDRA WIBOWO).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) memproyeksi Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KDKMP) mampu menghemat pengeluaran rumah tangga sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.

Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi menyatakan penghematan tersebut berasal dari penyaluran berbagai komoditas bersubsidi melalui koperasi, sebagaimana dilansir dari keterangan pers, Minggu (18/10).

Kopdes Merah Putih berperan sebagai salah satu saluran distribusi komoditas bersubsidi, antara lain LPG 3 kilogram, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Minyakita, serta pupuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap keluarga nanti diperkirakan dapat menghemat rata-rata sekitar Rp200 ribu - Rp300 ribu per bulan karena seluruh komoditas bersubsidi akan disalurkan melalui Kopdes Merah Putih," kata Zabadi pada Wisuda Ke-34 Universitas Nusa Bangsa di Bogor, Sabtu (17/10) melansir Antara.

Menurut Zabadi, penyaluran komoditas melalui koperasi diarahkan untuk memastikan masyarakat yang berhak dapat memperoleh barang bersubsidi dengan harga yang sesuai kebijakan pemerintah.

Skema tersebut juga diharapkan membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Selain sebagai saluran distribusi barang bersubsidi, Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi offtaker atau penyerap produk masyarakat desa.

[Gambas:Youtube]

Melalui fungsi tersebut, koperasi diharapkan dapat menyerap hasil pertanian, perikanan dan produk usaha masyarakat sehingga produsen memiliki kepastian pasar dan harga.

Zabadi mengatakan koperasi juga diarahkan menyerap komoditas ketika harga mengalami tekanan. Untuk beras, misalnya, penyerapan diharapkan dapat dilakukan ketika harga hasil panen berada di bawah harga yang ditetapkan pemerintah.

Di sisi lain, Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi bagian dari infrastruktur penyaluran program pemerintah di tingkat desa dan kelurahan, termasuk bantuan pangan, pembiayaan, serta alat dan mesin pertanian.

Kemenkop menilai keberadaan koperasi di tingkat lokal dapat membantu meningkatkan efektivitas distribusi program sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dan layanan ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Zabadi menyebut KDKMP berpotensi membuka 1 juta-1,5 juta lapangan kerja apabila lebih dari 83.000 koperasi yang menjadi basis proyeksi tersebut masing-masing membutuhkan rata-rata 10-17 tenaga kerja.

Ia juga mendorong perguruan tinggi dan lulusan sarjana berpartisipasi dalam pengembangan koperasi melalui riset, inovasi, dan penguatan model bisnis di daerah.

(ins)
placeholder