3 Strategi Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor Bawang Putih

Kemenko Pangan | CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 14:35 WIB
Kemenko Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (Foto: Arsip Kemenko Pangan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah memperkuat upaya mengurangi ketergantungan impor bawang putih melalui panen raya di Kecamatan Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), beberapa waktu lalu.

Upaya mengurangi ketergantungan impor itu antara lain diwujudkan melalui peningkatan produksi, penguatan pascapanen, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Panen raya berlangsung di lahan 105 hektare dengan estimasi produksi 1.050 ton, melibatkan 9 kelompok tani dan 287 petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita ingin mengurangi impor, langkahnya harus konkret. Kita perkuat produksi petani, produktivitas, gudang, distribusi, sampai kepastian pasar. Semua membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga," ujar Zulhas.

Saat ini produksi bawang putih nasional baru sekitar 39.000-40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan mencapai sekitar 600.000 ton. Artinya, sekitar 90-95 persen kebutuhan masih bergantung pada impor.

Untuk itu, pemerintah mendorong pengembangan sentra produksi, peningkatan produktivitas, penguatan infrastruktur pascapanen, serta kepastian pasar bagi petani.

Dari 17 provinsi yang melaksanakan penanaman bawang putih secara serentak, NTB menjadi salah satu sentra dengan 120 hektare dan potensi produksi sekitar 1.200 ton, yang diproyeksikan panen pada November 2026.

Menko Pangan menegaskan, Kemenko Pangan akan terus memperkuat koordinasi agar kementerian, lembaga, pemerintah daerah, Polri, dunia usaha, dan petani bergerak dalam satu agenda meningkatkan produksi nasional.

"Dari Sembalun kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih. Kita harus terus meningkatkan kemampuan produksi dari negeri sendiri," pungkas Zulhas.

(rea/rir)
placeholder