TAIPAN

Jacqueline Mars, Antropolog Jadi Ratu Bisnis Mars Berharta Rp804,8 T

Intan Nirmala Sari | CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 10:10 WIB
Taipan - Jacqueline Mars
Jacqueline Mars, pewaris perusahaan makanan Mars, berada di urutan 36 orang terkaya dunia dengan kekayaan US$50,3 miliar. Dia aktif dalam bisnis dan filantropi. (FOTO:CNNIndonesia/Alya Hendrahmi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pewaris perusahaan bisnis makanan dan perawatan hewan, Jacqueline Mars merupakan salah satu dari 50 jajaran orang terkaya dunia versi Forbes. Ratu bisnis perusahaan Mars itu kini berada di urutan 36 dengan total kekayaan US$50,3 miliar atau setara Rp804,8 triliun sebagaimana dilansir pada Sabtu (17/10). 

Jacqueline merupakan pewaris ketiga Mars yang menaungi merek-merek Snickers, M&M's, Milky Way, Pedigree,hingga makanan hewan Whiskas. 

Meskipun begitu, di balik angka kekayaan fantastis dalam daftar Forbes tersebut, terdapat sosok perempuan lulusan antropologi yang mampu meramu bisnis keluarganya terus bertumbuh. Capaian tersebut tak melunturkan jiwa sosialnya untuk terus membantu secara konsisten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jacqueline Mars lahir 10 Oktober 1939 sebagai cucu dari Frank C. Mars, pendiri Mars, Inc. Kekayaannya bermula dari warisan saham mayoritas perusahaan keluarga yang ia terima bersama saudaranya, John Mars dan mendiang Forrest Mars Jr.

Memilih aktif ketimbang berpangku tangan menerima warisan, wanita kelahiran Inggris tersebut aktif bekerja di Mars sejak 1982 hingga 20 tahun. Bahkan, ia pernah menjabat sebagai President of the Food Product Group dan dipercaya memimpin divisi makanan segar dan olahan hingga masa pensiunnya di 2001.

Selain itu, Jacqueline juga tetap aktif sebagai anggota Dewan Direksi Mars hingga 2016. Ia bertindak memastikan transisi kepemimpinan tetap berjalan lancar sembari menjaga prinsip Mars untuk tetap tumbuh sebagai perusahaan swasta alias private company.

[Gambas:Youtube]

Mars dikenal sebagai salah satu perusahaan swasta terbesar di dunia yang secara konsisten menolak untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) di pasar saham. Hal itu didasari beberapa faktor seperti orientasi bisnis jangka panjang, di mana pasar saham kerap menuntut perusahaan untuk mengejar kinerja keuangan di jangka pendek.

Alasan lainnya, keluarga ingin memastikan kontrol perusahaan Mars 100 persen berada di bawah kendali mereka dan bertahan sejak 1911. Selain itu, terdapat rahasia bisnis dan strategi yang dijaga Mars sebagai private company.

Sosok Paham Budaya dan Manusia

Meskipun dibesarkan di lingkungan bisnis raksasa, Jacqueline memilih untuk mendalami ilmu humaniora. Ia menempuh pendidikan di Bryn Mawr College dan lulus pada 1961 dengan gelar Sarjana Antropologi. Latar belakang tersebut sekaligus membentuk sudut pandangnya yang mengedepankan pemahaman budaya, tata kelola sosial, dan hubungan antarmanusia.

Melansir laman Bryn Mawr College, Jacqueline terpantau aktif berdonasi untuk mantan almamaternya tersebut. Ia juga menjabat sebagai Trustee Emeritus atau wali amanat, suatu gelar kehormatan non-eksekutif yang diberikan kepada mantan anggota Dewan Pengawas/Dewan Pembina (Board of Trustees) atas jasa, kepemimpinan, dan kontribusinya selama menjabat.

Ia dikenal rutin mengucurkan dana hibah dalam jumlah besar. Salah satu kontribusi terbarunya adalah donasi transformatif sebesar US$10 juta atau sekitar Rp150 miliar lebih khusus untuk mendukung program beasiswa mahasiswa sarjana. Langkah ini ia lakukan untuk memastikan akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif.

Selain berdonasi, Jacqueline merupakan penunggang kuda ulung sekaligus pemilik peternakan dan perkebunan pribadi Stonehall Farm di Virginia. Ia menjadi donatur penting bagi industri olahraga berkuda Amerika Serikat (AS), membiayai atlet berkuda untuk ajang Internasional dan Olimpiade, serta mendaftarkan tanah pertanian miliknya ke dalam perjanjian hak guna konservasi agar kelestariannya terjaga secara permanen.

Di sisi lain, Jacqueline juga pernah memimpin dewan Washington National Opera dan memegang posisi strategis di Smithsonian Institution serta National Archives Foundation.

[Gambas:Video CNN]

(ins)
placeholder