Bos Danantara Lihat Koreksi Bursa Jadi Peluang Borong Saham

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 17:20 WIB
CEO Danantara Rosan Roeslani di Groundbreaking dan Komersialisasi 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, 8 Oktober 2026
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menilai pelemahan dan koreksi harga saham sebagai peluang besar untuk melakukan investasi jangka panjang. (Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menilai pelemahan dan koreksi harga saham sebagai peluang besar (opportunity) untuk melakukan investasi jangka panjang.

CEO BPI Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan valuasi sejumlah emiten di dalam negeri saat ini berada di tingkat yang sangat murah dibandingkan dengan fundamental kinerja perusahaannya.

"Justru dari sisi kami, kami selalu melihat bahwa ini adalah opportunity untuk kita sebagai long-term investment di pasar modal Indonesia untuk masuk bersama-sama beserta ekosistem yang kami ada, karena kami melihat dan kami sangat meyakini perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa kita ini akan meningkat ke depannya," ujar Rosan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rosan menjelaskan penurunan harga yang terjadi di pasar modal belakangan ini lebih dipicu oleh faktor teknikal dan rumor di pasar, bukan akibat persoalan fundamental perusahaan.

"Kalau kami melihatnya ini bukan karena soal fundamental, tapi ini lebih soal teknikal, rumors di market, dan juga lebih ke soal non-fundamental. Tapi kembali lagi, seperti teman-teman di bursa meyakini, teman-teman media, kita pegangannya adalah fundamental," tegasnya.

Ia mencontohkan emiten di sektor perbankan nasional yang memiliki kondisi keuangan solid, tetapi valuasinya tertekan di bawah harga wajarnya. Hal serupa juga terjadi pada sektor infrastruktur hingga telekomunikasi.

"Contohnya kita lihat dari sektor perbankan kita sangat baik, solid, tapi valuasinya mungkin di bawah one time price to book value. Ini di bawah average dari median valuasi di peers-nya, di industrinya," jelasnya.

Oleh karena itu, Danantara menyatakan kesiapannya untuk memanfaatkan momentum koreksi pasar ini untuk memperkuat portofolio investasi di saham-saham domestik.

"Kami di Danantara siap masuk karena melihat kembali lagi ini adalah momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia," pungkas Rosan.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)