Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara soal pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pasar modal Indonesia yang dirilis lebih cepat dari ekspektasi.
Ia menyebut pengumuman tersebut dapat memengaruhi kondisi pasar, di tengah pelemahan rupiah hingga menyentuh level Rp18 ribu per dolar AS dan penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Airlangga mengatakan pengumuman MSCI tersebut semula diperkirakan baru akan disampaikan pada November 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, MSCI merilis pengumuman lebih awal pada Oktober 2026 dan memberikan tenggat baru bagi Indonesia hingga tahun depan.
"Tentu ada akibat daripada pengumuman MSCI. Tapi pengumuman MSCI itu merupakan suatu hal yang katakanlah lebih cepat daripada ekspektasi. Yang sebetulnya mereka menjanjikannya di bulan November, tapi ini di Oktober," ujar Airlangga, Jumat (16/10).
Ia menjelaskan MSCI memberikan tenggat lanjutan pada April dan Juni tahun depan. Menurut Airlangga, hal utama yang menjadi perhatian MSCI adalah implementasi regulasi dan langkah perbaikan yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia.
Airlangga menilai MSCI memandang proses implementasi langkah-langkah tersebut membutuhkan waktu relatif lebih panjang dibandingkan dengan negara lain.
"Kalau kita lihat terkait dengan bidang implementasi daripada regulasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh pasar modal, ini kan mereka merasa periodenya agak panjang. Nah, tentu ini yang harus dijelaskan mengapa prosesnya membutuhkan waktu," ujar Airlangga.
Ia juga mengatakan proses tersebut perlu dijelaskan karena terdapat tahapan yang harus dilalui sebelum kebijakan atau regulasi dapat diterapkan. Meski demikian, kondisi ini menjadi catatan bagi pemerintah dan otoritas terkait untuk mempercepat reformasi di pasar modal.
Airlangga juga menegaskan reformasi harus dijalankan dengan progres yang dapat dilihat oleh investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Namun, ini menjadi catatan bagi kita ke depan bahwa reform itu harus dijalankan. Dan progresnya itu harus kelihatan, terutama progresnya harus kelihatan bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya.
Selanjutnya, Airlangga memastikan pemerintah akan berkomunikasi dengan pihak bursa untuk mendorong langkah perbaikan konkret, termasuk penyusunan linimasa pelaksanaannya.
Airlangga mengungkapkan pemerintah akan menggelar pertemuan untuk membahas perkembangan dan dampak pengumuman MSCI tersebut.
Pertemuan itu akan melibatkan pihak terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan otoritas pasar modal.
Namun, saat ditanya mengenai rencana pertemuan tersebut, Airlangga mengatakan agenda itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat (16/10). Namun, ia belum merinci lokasi pertemuan.
"Sudah ada. Ya, pokoknya hari ini, tempatnya nanti ditentukan pada saat bertemu" ujar Airlangga.
Ia juga menyebut pemerintah telah memantau pertemuan antara MSCI dengan gubernur BI dan menteri keuangan sebelumnya.
(lil/sfr)