Airlangga Respons Pengumuman MSCI: Ini Tanda Tanya Besar

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 13:47 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap sekitar 74 juta penduduk Indonesia berusia 17 tahun ke atas belum memiliki rekening perbankan.Airlangga mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil pemadanan data kependudukan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertanyakan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait status pasar modal Indonesia. (CNN Indonesia/ Laurent Nabila)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertanyakan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait status pasar modal Indonesia.

MSCI secara tiba-tiba mengumumkan telah meluncurkan konsultasi perubahan status pasar modal Indonesia dari kategori pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Airlangga mempertanyakan waktu penyampaian pengumuman yang dilakukan MSCI. Terlebih, baru saja ada pertemuan antara MSCI dengan sejumlah pejabat Indonesia di Bangkok, Thailand, pada 13 Oktober.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airlangga mengaku pemerintah sebelumnya telah memantau pertemuan antara MSCI dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan. Namun, dia menilai masih ada hal yang perlu dicermati dari pengumuman terbaru penyedia indeks global tersebut.

"Ini kan ada tanda tanya besar. Kemarin di Thailand kenapa [MSCI] enggak ngomong yang ini. Padahal yang kemarin itu seminggu juga belum," ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (16/10), dikutip dari CNBC Indonesia.

Airlangga menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru berprasangka negatif terhadap pihak tertentu di balik pengumuman tersebut.

"Ya tentu kita lihat aja, tapi kita tidak boleh suudzon," kata Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan hal yang perlu menjadi perhatian utama saat ini adalah implementasi aturan serta langkah aksi yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dia menyebut salah satu perhatian MSCI berkaitan dengan periode pelaksanaan reformasi pasar modal Indonesia yang dinilai relatif lebih panjang dibandingkan negara lain.

"Concern paling utama implementing regulation. Implementing langkah action dari bursa," ujarnya.

Airlangga juga menjelaskan klasifikasi standalone market yang menjadi perhatian dalam pengumuman MSCI berada di antara kategori frontier market dan emerging market. Pemerintah, akan mencermati perkembangan tersebut sembari menilai dampaknya terhadap pasar keuangan domestik.

Selain itu, Airlangga juga menyebut pengumuman MSCI ini juga memberikan kepastian mengenai tenggat waktu pelaksanaan langkah-langkah yang menjadi perhatian penyedia indeks tersebut. Tenggat yang sebelumnya dikaitkan dengan November kini mundur hingga Juni tahun depan.

"Yang hari ini diberikan kan sebetulnya kepastian terhadap langkah-langkah dan mereka memastikan bahwa deadline-nya itu bukan bulan November, tapi mundur ke tahun depan di bulan Juni," kata Airlangga.

MSCI mengumumkan dimulainya konsultasi atas usulan perubahan status pasar modal Indonesia dari kategori pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Konsultasi dilakukan dengan pelaku pasar. Keputusan final soal status pasar modal RI diumumkan pada 30 Juni 2027.

(har)