Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta pihak kepolisian menindak oknum yang menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM).
Bahlil mengatakan aksi yang dilakukan adalah orang yang memperbesar tanki mobilnya agar bisa mengisi BBM bersubsidi lebih banyak.
BBM yang bisa tertampung lebih banyak itu, kata dia, nantinya akan dijual lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Makassar itu contoh mobil-mobil bagus (seperti) Pajero mereka membikin tanki di belakang kan sampai menampung 700 liter sampai 1.000 liter. Itu artinya apa? Mereka nampung kemudian dijual lagi," ujar Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (16/10).
Menurut Bahlil, itu merupakan dugaan tindak pidana yang nyata. Oleh karena itu, ia meminta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto agar dilakukan penindakan.
"Saya minta tolong sama Pak Kapolri kalau begini ditindak saja, diproses hukum. Masa minyak BBM solar subsidi ditampung, kemudian dijual lagi dengan harga industri. Itu kan subsidinya ditanggung oleh negara," ujarnya.
Ketua Umum Partai Golkar itu pun menyerahkan ke aparat penegak hukum untuk pasal-pasal apa yang bisa digunakan terkait dengan dugaan pidana tersebut.
(dhz/asa)