Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Jumat (16/10).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berisiko mengalami koreksi dalam jangka pendek, meski berpeluang menguat terlebih dahulu sebelum melanjutkan pelemahan.
"Posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave v dari wave a dari wave (x) pada label hitam, sehingga rawan terkoreksi ke rentang 5.744-5.794. Namun, dalam skenario terbaik, IHSG berpeluang menguat terlebih dahulu menuju 5.864-5.883," ujar Herditya dalam riset hariannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.744, 5.643 dan resistance 6.009, 6.216 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni BBCA, ICBP, TINS, dan VKTR.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham berpeluang mengalami rebound pada pekan depan, dengan penutupan perdagangan Jumat menjadi penentu arah pergerakan indeks selanjutnya.
"Jika IHSG ditutup di level 5.850 atau lebih tinggi, peluang terjadinya rebound pada pekan depan akan semakin besar," ujar Ivan.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 5.768, 5.607, dan 5.521, dan resistance 6.128, 6.273, 6.423, dan 6.552, hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni GOTO, MBMA, dan MEDC.
IHSG ditutup di level 5.863 pada perdagangan Kamis (15/10) sore. Indeks saham melemah 79,24 poin atau minus 1,33 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp13,44 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,24 miliar saham.
Pada penutupan kemarin, 108 saham menguat, 567 terkoreksi, dan 120 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/pta)