KUR BRI Bantu Kios Sembako Nasabah Jadi Grosir, Serap Tenaga Kerja

BRI | CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 19:42 WIB
BRI
Toko grosir Fitriani di Pasar Gerning, Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang mendapatkan pendanaan KUR BRI. (Foto: Arsip BRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI membantu pelaku usaha di Pasar Gerning, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Fitriani, mengembangkan kios sembako menjadi toko grosir yang melayani masyarakat dan pedagang di desa sekitar.

Pertumbuhan usaha tersebut tidak hanya mendukung perekonomian keluarganya, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga setempat. Aktivitas dagang yang meningkat turut menggerakkan perekonomian di lingkungan sekitar.

Fitriani mengatakan usahanya berawal dari keinginan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Ia kemudian memperbesar skala dan jangkauan usaha dengan menambah persediaan barang dagangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring usaha berkembang, dirinya membutuhkan tambahan modal untuk memperkuat stok dan melayani pelanggan yang kebutuhannya makin beragam. Dia pun mencari pembiayaan dan memanfaatkan fasilitas KUR dari BRI.

"Tahun 2016 menjadi awal saya mendapatkan pinjaman KUR BRI sebesar Rp25 juta dengan jangka waktu dua tahun. Dana tersebut saya gunakan untuk menambah stok sembako agar bisa memenuhi kebutuhan pelanggan," kata Fitriani dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10).

Pinjaman pertama itu berhasil ia lunasi seiring lancarnya usaha. Pelunasan tersebut membuka jalan baginya untuk kembali mengakses KUR BRI.

Pada pengajuan berikutnya, dia memperoleh KUR BRI sebesar Rp35 juta dengan jangka waktu dua tahun. Dana itu digunakan untuk meningkatkan kapasitas penjualan dan memenuhi permintaan pelanggan yang terus bertambah.

Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan, Fitriani kembali memperoleh KUR BRI, kali ini sebesar Rp100 juta dengan jangka waktu tiga tahun.

Dana tersebut ia gunakan untuk menambah volume pembelian barang dagangan, memperbesar kapasitas usaha grosir, dan menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk pemilik warung dan toko kecil di sekitarnya.

Kini usaha Fitriani berkembang menjadi toko grosir sembako yang melayani pembelian dalam jumlah besar. Pelanggannya berasal dari Desa Gerning dan wilayah sekitar.

"Alhamdulillah, usaha yang saya jalankan sekarang semakin berkembang menjadi toko grosir sembako yang melayani pembelian dalam jumlah besar. Pelanggannya tidak hanya berasal dari masyarakat Desa Gerning, tetapi juga para pemilik toko kecil di desa tersebut dan wilayah sekitar," ujarnya.

Fitriani melihat peluang memberi manfaat yang lebih luas bagi lingkungannya seiring perkembangan usaha. Aktivitas perdagangan yang meningkat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan warga dan pedagang kecil, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar sesuai kebutuhan operasional usaha.

Baginya, perkembangan usaha ini bukan sekadar pencapaian bisnis. Usaha tersebut juga menjadi jalan untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Melalui usaha yang terus tumbuh, Fitriani berkesempatan meningkatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia juga dapat membangun fondasi ekonomi keluarga yang lebih kuat.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan pengembangan usaha mikro merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan usaha diharapkan membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas bisnis dan menciptakan peluang ekonomi yang bermanfaat lebih luas.

"BRI terus berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang dapat mendukung pelaku UMKM dalam mengembangkan kapasitas dan skala usahanya," tutur dia.

Dhanny melanjutkan, BRI berharap pertumbuhan usaha tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja. Pertumbuhan itu diharapkan memperkuat aktivitas perdagangan dan menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

(rir)