Bos Bulog Sebut Bansos Beras 30 Kg Bakal Disalurkan Lewat Kopdes

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 18:40 WIB
Perum Bulog menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram (kg) per bulan selama tiga bulan kepada 33,2 juta penerima manfaat bakal disalurkan secara langsung melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Bulog menyampaikan penyaluran bansos beras 10 kg selama tiga bulan kepada 33,2 juta penerima manfaat bakal disalurkan melalui Kopdes Merah Putih. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Falah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog menyampaikan penyaluran bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram (kg) per bulan selama tiga bulan kepada 33,2 juta penerima manfaat bakal disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/Kopdes Merah Putih). Penyaluran dilakukan sekaligus 30 kg beras.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Bulog tengah mematangkan persiapan untuk penyaluran bansos beras itu bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang terdaftar dalam desil 1 hingga desil 4.

"Kami laporkan juga terkait perintah Pak Menko agar untuk bantuan pangan ke depan, untuk Oktober, November, Desember, juga dilaksanakan di KDKMP. Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, Ditjen Anggaran, proses administrasi sedang berjalan," ujar Rizal saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Bulog siap mendistribusikan bantuan beras itu ke Kopdes Merah Putih ketika proses administrasi dan kepastian anggaran diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Nanti setelah keluar administrasinya, kepastian anggarannya, baru nanti ada surat dari Ditjen Anggaran kepada Bapanas. Nah, dari Bapanas keluar perintah ke Bulog, sesegera mungkin Bulog akan mendistribusikan bantuan pangan di Koperasi Desa Merah Putih, sesuai dengan data desil 1 dan 4 di masing-masing desa tersebut," lanjutnya.

Rizal menjelaskan mekanisme pengambilan bantuan pangan di Kopdes tetap menggunakan prosedur standar, yakni penerima cukup membawa surat undangan ber-barcode dari dinas sosial dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk dipindai oleh petugas.

"Sementara masih menggunakan prosedur yang seperti biasa dulu, sambil nunggu nanti ada perubahan-perubahan berikutnya. Jadi tetap yang dapat bantuan pangan adalah yang mendapat undangan dari dinas sosial, yaitu berupa satu lembar yang ada barcode-nya, dan kemudian nanti yang bersangkutan bawa KTP," terang Rizal.

Bagi wilayah yang belum memiliki fasilitas Kopdes Merah Putih, penyaluran bantuan pangan akan tetap dialihkan ke kantor kelurahan atau balai desa setempat seperti sebelumnya.

"Umpamanya ada di Sulawesi kah, di Kalimantan kah, di Papua khususnya, yang masih terbatas KDKMP, tetap kembali seperti rutinitas penyaluran bantuan pangan seperti bulan-bulan yang terdahulu," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui bansos beras 30 kg tersebut belum bisa diserahkan hingga hari ini karena masih menanti penyelesaian kelengkapan administrasi dan pencocokan data.

"Kalau ini sudah selesai administrasinya, nanti dibaginya di Kopdes. Ya tentu perlu waktu, kok belum ada berasnya? Lagi diselesaikan pembayarannya dulu, data-datanya. Ya, karena 33,2 juta kan dicek ulang. Mungkin minggu depan kelar. Nah, itu nanti selesai akan dibagi di Koperasi Desa Merah Putih," terang Zulhas.

Zulhas menjelaskan penyaluran beras ke ribuan desa di seluruh wilayah Indonesia membutuhkan waktu pengiriman yang tidak singkat. Namun, ia memastikan proses verifikasi data dan pengiriman beras bantuan akan dirampungkan dalam kurun beberapa minggu ke depan.

"Mungkin pengiriman atau jauh, perlu waktu, tapi dalam minggu-minggu ini kita akan bereskan," tegas Zulhas.

[Gambas:Youtube]

(fln/pta)