Indonesian Business Council (IBC) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak cukup lagi hanya diukur dari angka Produk Domestik Bruto (PDB).
Chair of The Board Trustees IBC M. Arsjad Rasjid menekankan pentingnya pergeseran fokus pembangunan menuju penciptaan dampak sosial (social impact) dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.
Arsjad menegaskan bahwa tingginya capaian angka-angka statistik makro tidak ada artinya jika manfaatnya tidak dirasakan secara langsung oleh rakyat hingga ke tingkat bawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bicaranya adalah bahwa beyond economic numbers, beyond GDP, beyond numbers. Kenapa? Kita bisa melihat bahwa yang paling penting bukan hanya economic growth-nya, adalah bagaimana kesejahteraan is touching every person (menyangkut setiap masyarakat) di Indonesia. Bahwa kesejahteraan itu juga dinikmati oleh semua," ujar Arsjad dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2027 Launching di Sequis Tower, Jakarta Selatan, Selasa (13/10).
Menurut dia, pandangan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong agar aktivitas ekonomi dan dunia usaha memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial warga.
"Ini juga di-emphasize oleh Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto bahwa it's not about business numbers, tetapi bicara social impact, apa yang bisa dilakukan," lanjutnya.
Dengan demikian, IBC mendorong kerja sama erat antara tiga elemen utama, yakni dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat sipil (civil society). Arsjad menilai sinergi ini ditujukan untuk membangun ekosistem bisnis yang inklusif, mulai dari pelibatan rantai pasok UMKM, pemberdayaan perempuan, hingga pembukaan ruang bagi kelompok rentan.
Ia menyebut bahwa pelaku usaha kini tidak lagi bisa berfokus pada imbal hasil keuangan semata, melainkan harus memperhitungkan imbal hasil dampak sosial (social impact return).
"IBC dengan IES pada tahun depan ini ingin membawa ke direction ini. Karena inilah bagian apa yang sesungguhnya dicita-citakan oleh kita semua. Dengan kata-kata seperti lagu kita, Indonesia Raya, rayanya kita itu apa? Yaitu kesejahteraan untuk semua," pungkas Arsjad.