BGN Klaim MBG Turunkan Angka Siswa Lapar dari 50 Persen ke 14 Persen

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 15:57 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).
BGN mengklaim persentase siswa yang datang ke sekolah dalam kondisi lapar turun dari sebelumnya lebih dari 50 persen menjadi sekitar 14 persen berkat MBG. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani)
Banda Aceh, CNN Indonesia --

Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim persentase siswa yang datang ke sekolah dalam kondisi lapar turun dari sebelumnya lebih dari 50 persen menjadi sekitar 14 persen berkat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan penurunan angka siswa kelaparan tersebut menjadi salah satu dampak positif yang terlihat dari pelaksanaan program MBG.

"Sebelumnya sekitar 50 persen lebih siswa datang ke sekolah dalam keadaan lapar. Sekarang, angkanya turun menjadi sekitar 14 persen," kata Sudaryono usai meninjau pelaksanaan MBG di SD Cot Meuraja, Aceh Besar, Selasa (13/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menduga siswa yang masih datang ke sekolah dalam kondisi lapar kemungkinan berasal dari wilayah yang belum terjangkau layanan dapur MBG. Dugaan tersebut, kata dia, masih perlu dibuktikan melalui data yang lebih terperinci.

Sudaryono menegaskan evaluasi program MBG tidak bisa hanya mengacu pada kondisi siswa di ibu kota atau kota-kota besar. Menurutnya, gambaran yang lebih menyeluruh harus diperoleh dari kondisi siswa di seluruh Indonesia.

"Data yang harus dilihat adalah kondisi secara agregat di seluruh Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan pemerataan layanan MBG menjadi salah satu perhatian pemerintah, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Wilayah dengan angka stunting tinggi kata dia perlu menjadi prioritas karena persoalan pemenuhan gizi masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan.

Selain penurunan jumlah siswa yang datang ke sekolah dalam keadaan lapar, Sudaryono juga menyebut adanya peningkatan konsumsi protein anak melalui program MBG.

Ia menyampaikan konsumsi protein yang sebelumnya berada pada kisaran 30-40 persen kini meningkat hingga mendekati 80 persen.

"Konsumsi protein anak-anak juga meningkat melalui program MBG. Jika tidak salah, sebelumnya berada pada kisaran 30-40 persen, kemudian meningkat hingga hampir 80 persen," katanya.

[Gambas:Youtube]

(dra/pta)