Kabar Haji Isam Gadai Saham Massal ke Bank Mandiri, Ini Jawaban PGUN

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 12:31 WIB
Haji Andi Syamsuddin Andi Arsyad ( H. Isam) (Antaranews/Istimewa)
Emiten Pradiksi Gunatama (PGUN) mengonfirmasi tak terlibat langsung dalam aksi gadai 5,29 miliar lembar saham milik Haji Isam ke Bank Mandiri. (FOTO:Antaranews/Istimewa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Emiten milik Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam, yakni PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) buka suara soal aksi gadai saham yang dilakukan oleh tiga pemegang saham utama perseroan, yakni PT Araya Agro Lestari (AAL), PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP), dan PT Citra Agro Raya (CAR)

Diketahui, ketiganya menggadaikan 100 persen kepemilikan saham PGUN ke PT Bank Mandiri (Persero) pada 30 September lalu.

Direktur PGUN Tamlikho menyampaikan telah menerima informasi terkait gadai saham yang dilakukan AAL, CAR, dan BCMP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan perseroan tidak terlibat penuh dalam pembahasan atau negosiasi fasilitas kredit dengan Bank Mandiri karena seluruh proses transaksi tersebut dilakukan oleh perusahaan afiliasi PGUN, yakni PT Jhonlin Baratama.

"Perseroan tidak terlibat penuh dalam proses pembahasan atau negosiasi fasilitas kredit, pengajuan fasilitas, persetujuan atau offering letter dari PT Bank Mandiri Tbk. Hal tersebut dikarenakan seluruh prosesnya dilakukan secara langsung antara PT Jhonlin Barata dalam hal ini selaku debitur dan PT Bank Mandiri Tbk," ujar Tamlikho dalam Keterbukaan Informasi BEI, Jumat (9/10).

Manajemen PGUN menjelaskan CAR dan AAL mempunyai hubungan afiliasi dengan PT Jhonlin Baratama lewat keterlibatan anak Haji Isam, yakni Jhony Saputra. Diketahui, Jhony menjadi pemegang saham CAR dan AAL sekaligus menjabat sebagai komisaris PT Jhonlin Baratama.

[Gambas:Youtube]

Tamlikho pun menekankan PGUN tidak ikut memberikan jaminan perusahaan atau corporate guaratee, aset atau memberikan dukungan lain atas fasilitas tersebut.

"Afiliasi Perseroan tersebut adalah PT Jhonlin Baratama, di mana terdapat hubungan afiliasi antara pemegang saham CAR dan AAL yaitu Jhony Saputra yang juga menjabat sebagai Komisaris di PT Jhonlin Baratama," terangnya.

Tamlikho mengatakan PGUN tidak menerima aliran dana dari aksi gadai saham AAL, CAR, dan BCMP. Ia juga menyebut pihak manajemen tidak mengetahui secara detail rincian fasilitas kredit yang diterima Jhonlin Baratama dari Bank Mandiri.

"Tidak ada dana dari fasilitas kredit tersebut akan mengalir ke Perseroan, baik dalam bentuk pinjaman pemegang saham, penyetoran modal, maupun pembiayaan rencana usaha atau aksi korporasi Perseroan," jelas Tamlikho.

Sebelumnya, dua emiten milik Haji Isam menggadaikan saham ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada 30 September lalu.

Aksi itu dilakukan sebelum Haji Isam membeli saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui PT Jhonlin Baratama, di mana transaksinya selesai pada 7 Oktober lalu.

Gadai saham itu terungkap melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/10).

Salah satunya, emiten PGUN yang mengungkapkan terdapat transaksi gadai saham yang dilakukan pemegang saham pengendalinya, yakni PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, dan PT Baramega Citra Mulia Persada.

Secara rinci, dalam perjanjian itu, PT Araya Agro Lestari menggadaikan sebanyak 2.205.667.896 lembar saham, PT Citra Agro Raya menggadaikan 2.194.778.786 lembar saham, sedangkan PT Baramega Citra Mulia Persada menggadaikan 900.000.250 lembar saham.

Dengan demikian, total saham PGUN yang digadaikan tiga entitas afiliasi Haji Isam itu sebanyak 5,29 miliar lembar saham.

"Tujuan Transaksi: Sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi Perseroan," tulis kedua Manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (7/10).

(fln/ins)