Menkeu Suahasil Sorot Kenaikan Permintaan Barang Subsidi

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam acara Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda di Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/10).
Menkeu Suahasil menyebut kenaikan permintaan sejumlah barang bersubsidi menjadi indikasi masyarakat Indonesia masih bekerja dan menjalankan aktivitas ekonomi. (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyebut peningkatan permintaan sejumlah barang bersubsidi menjadi indikasi masyarakat Indonesia masih bekerja dan menjalankan aktivitas ekonomi.

Hal itu tercermin dari peningkatan volume konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 9,1 persen dan LPG 3 kilogram sebesar 2,2 persen.

Selain itu, jumlah pelanggan listrik meningkat 2,1 persen, realisasi volume pupuk naik 15,7 persen, serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tumbuh 7,9 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya apa? Artinya memang masyarakat Indonesia terus bekerja menggunakan BBM. Kalau pakai BBM ya berarti ada pekerjaan yang dilakukan," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2026, Jumat (9/10).

Menurut Suahasil, peningkatan penggunaan BBM menunjukkan aktivitas yang dilakukan masyarakat. Hal serupa juga tercermin dari penggunaan LPG, listrik, pupuk, hingga penyaluran KUR.

Ia juga menilai bahwa peningkatan penggunaan BBM, LPG, listrik, pupuk, dan KUR menunjukkan masyarakat masih menjalankan aktivitasnya.

Pemerintah, melalui APBN, berupaya melindungi masyarakat sekaligus mendukung kegiatan ekonomi melalui penyaluran subsidi dan berbagai bentuk dukungan tersebut.

"Ini adalah cara kita (menkeu) mengelola APBN untuk melindungi masyarakat. Kalau masyarakat terus bekerja menggunakan BBM, LPG, listrik, pupuk, KUR, itu berarti APBN-nya juga menumbuhkan kegiatan ekonomi," ujarnya.

Suahasil juga menjelaskan bahwa subsidi yang disalurkan pemerintah merupakan bagian dari pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk melindungi masyarakat.

Dana tersebut antara lain berasal dari penerimaan pajak yang dibayarkan masyarakat.

Di sisi lain, realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi hingga September 2026 mencapai Rp376,8 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp244,6 triliun.

[Gambas:Video CNN]

(lil/sfr)