Badan Gizi Nasional (BGN) akan mewajibkan penyertaan telur ayam dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak tiga kali sepekan.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman usai berkoordinasi langsung dengan Wakil Kepala BGN Trenggono.
"Saya langsung tadi telepon wakil yang membidangi, Pak Terenggono, langsung beliau (menyatakan) siap," ujar Amran di kediamannya yang berlokasi di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran menjelaskan langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek mempercepat penyerapan produksi sekaligus mencegah anjloknya harga telur di tingkat peternak.
"Serapannya juga, solusi yang jangka pendek, bagaimana konsumsi telur dalam MBG, sepakat dengan saya BGN, itu tiga kali seminggu. Inilah kita rasakan bagaimana pentingnya BGN menjadi offtaker. 160 juta petani Indonesia offtaker-nya adalah BGN," ujarnya.
Saat ini, peternak ayam petelur tengah mengeluhkan tingginya harga pakan ayam petelur yang membuat usaha mereka tertekan dan menyebabkan peternak mengalami kerugian. Mereka pun berunjuk rasa di depan Gedung DPR.
Merespons hal tersebut, Amran menerima audiensi mereka di kediaman pribadinya pada Jumat pagi ini. Hasilnya, ia mendorong penyerapan jagung dilakukan ketika produksi melimpah dan harga relatif murah.
Jagung yang dibeli kemudian disimpan melalui koperasi untuk digunakan saat peternak membutuhkan pasokan, termasuk ketika harga di pasar meningkat.
Dalam skema tersebut, peternak berperan menyerap jagung saat panen raya, sedangkan Bulog menyediakan pembiayaan dan koperasi menjadi tempat penyimpanan stok.
Dengan mekanisme ini, hasil panen petani dapat terserap dan peternak memiliki akses terhadap bahan baku pakan dengan pasokan yang lebih terjamin.