PT Pertamina (Persero) mendukung pengembangan sport tourism melalui Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 untuk memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ajang balap dunia pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi momentum pelaku usaha lokal melesatkan usahanya.
Manfaat tersebut tercermin dari pengalaman pelaku usaha kuliner yang merasakan peningkatan penjualan pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Menjelang ajang balap akhir pekan ini, para pelaku usaha lokal kembali mempersiapkan kebutuhan operasional untuk menyambut kedatangan wisatawan dan penggemar balap.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan dukungan perusahaan terhadap motorsport diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara ajang olahraga internasional, pariwisata, dan kegiatan ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadi momentum untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia sekaligus membuka peluang bagi masyarakat lokal. Kehadiran wisatawan dan penggemar balap memberikan ruang bagi usaha yang bergerak di bidang akomodasi, kuliner, travel, rental mobil dan usaha layanan pendukung lainnya berkembang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10).
Ia melanjutkan, Pertamina juga berharap manfaat ajang ini semakin luas dirasakan masyarakat dan turut memperkuat daya tarik Lombok sebagai destinasi sport tourism, sehingga perekonomian lokal turut melesat.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat itu adalah Rumah Makan Sate Rembiga Ibu Hj. Sinnaseh. Kasir rumah makan tersebut, Nurul, mengatakan penjualan pada kondisi normal dapat mencapai sekitar 1.500 porsi per hari.
Berdasarkan pengalamannya, jumlah pembeli meningkat saat Pertamina Grand Prix of Indonesia digelar.
"Alhamdulillah omzet selalu naik kalau ada acara Pertamina Grand Prix of Indonesia seperti ini. Kalau bisa dibilang, dari pagi sampai malam ini ramai terus," ucap dia.
Pekerja rumah makan tersebut, Deni, menceritakan penjualan sate pada gelaran tahun lalu dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
"Kalau ada Pertamina Grand Prix of Indonesia bisa dua kali lipat dari hari biasanya, dan bisa berlangsung selama semingguan nonstop dan penuh. Kami juga dapat berkah tambahan bonus," sebutnya.
Pengalaman serupa disampaikan pemilik Resto Sop Buntut Ibu Hong di Mataram. Menjelang puncak kegiatan pada 9-11 Oktober, Hong telah menyiapkan stok bahan makanan untuk mengantisipasi lonjakan pelanggan.
"Setiap hari ramai juga, tapi saat ada Pertamina GP ini pengunjung yang makan jadi dobel," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai kegiatan di Pertamina Mandalika International Circuit memberi manfaat bagi usahanya melalui bertambahnya pesanan.
"Alhamdulillah semenjak ada sirkuit, kami senang. Karena setiap ada kegiatan di sirkuit, kita juga jadi kecipratan berkahnya," kata Hong.
Peningkatan pesanan turut menambah kebutuhan energi untuk menjaga operasional usaha. Di Resto Sop Buntut Ibu Hong, LPG Bright Gas digunakan untuk menopang kegiatan dapur di tengah ramainya pengunjung selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia.
Bagi pelaku usaha kuliner, kelancaran pasokan energi menjadi bagian penting agar kenaikan permintaan dapat dilayani dengan baik.
"Pasokan lancar, dan bisa memenuhi kebutuhan kami dalam melayani peningkatan kunjungan pelanggan," tandas Hong.
Di sisi lain, salah satu pelanggan Resto Sop Buntut Ibu Hong, Jerry Wenas, berharap semakin banyak kegiatan di Pertamina Mandalika International Circuit yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menilai peluang manfaatnya dapat menjangkau kawasan Kuta Mandalika, Kota Mataram, dan wilayah lain di Lombok.
Pengalaman para pelaku usaha tersebut memperlihatkan keterkaitan antara kegiatan motorsport, kunjungan wisatawan, aktivitas ekonomi lokal, dan ketersediaan energi. Melalui dukungan terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia, Pertamina berharap ekosistem sport tourism terus berkembang dan membuka ruang pertumbuhan bagi usaha masyarakat.
(rir)