Danantara Indonesia akan mengonsolidasikan 23 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor kawasan industri menjadi satu perusahaan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyebut pengumuman resmi merger entitas tersebut ditargetkan akan dilakukan pada 5 November mendatang.
Menurutnya, penggabungan ini akan melahirkan pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan total luas lahan kelolaan mencapai 35 ribu hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita melakukan merger, diharapkan tanggal 5 November akan diumumkan merger dari 23 perusahaan industrial estate kita menjadi satu perusahaan industrial estate," ujar Dony di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10).
Dony menjelaskan BUMN kawasan industri ini akan merombak model bisnisnya. Lahan kawasan tidak lagi dijual sebagai sumber pendapatan, melainkan akan diberikan secara gratis kepada para investor atau tenant.
Sebagai gantinya, pendapatan utama perusahaan akan datang dari penyediaan berbagai fasilitas di dalam kawasan.
Fasilitas tersebut mencakup penyediaan utilitas listrik, pengolahan air bersih (water treatment), jaringan serat optik (fiber optic), hingga properti dan sekolah.
"Tanah bukan lagi menjadi sumber pendapatan, tetapi tanah itu akan kita berikan secara cuma-cuma. Pendapatannya akan datang dari fasilitas yang kita sediakan," ujar Dony.
Melalui skema bisnis ini, Dony yakin kawasan industri tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi dan kompetitif jika dibandingkan dengan negara-negara sekitar Indonesia.
Langkah ini juga diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi dan membuka ketersediaan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat.
(dhz/pta)