Bulog Sebut Harga Gabah Rp6.500 Hidupkan 15 Ribu Penggilingan Kecil

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 09:04 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mempersilakan masyarakat menukar produk Minyakita produksi PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) yang terindikasi berbau solar.Warga cukup membawa kemasan atau sisa minyak yang masih berbau untuk ditukarkan deng
Dirut Bulog Rizal merinci saat ini Bulog telah memberdayakan lebih dari 15 ribu penggilingan padi kecil di berbagai daerah untuk dijadikan mitra kerja. (Foto: CNN Indonesia/ Dela Naufalia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengklaim kebijakan harga pembelian gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram (kg) yang ditetapkan pemerintah membawa efek domino yang luar biasa bagi perekonomian perdesaan.

Rizal menyebut salah satu dampak yang paling nyata adalah kembali hidupnya puluhan ribu penggilingan padi skala kecil yang sebelumnya sempat redup.

"Kalau dulu-dulu mohon maaf, yang diberdayakan adalah penggilingan-penggilingan besar. Namun di era sekarang, yang kami hidupkan adalah penggilingan-penggilingan kecil ini. Tujuannya apa? Untuk menghidupkan masyarakat yang ekonominya lemah," ujar Rizal saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (8/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizal merinci saat ini Bulog telah memberdayakan lebih dari 15 ribu penggilingan padi kecil di berbagai daerah untuk dijadikan mitra kerja. Melalui kebijakan harga gabah yang memihak petani tersebut, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di perdesaan ikut merasakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Rizal menyebut kebijakan tersebut membuat para petani merasa gembira karena adanya kepastian harga di tingkat bawah.

Bulog memastikan seluruh gabah petani terserap dengan harga minimal Rp6.500 per kg, tanpa ada lagi yang jatuh di bawah ketentuan tersebut.

"Bukan hanya kepada para petani, namun kepada masyarakat-masyarakat yang ada di desa, baik UMKM dan lain sebagainya. Dan ini pun berdampak juga kepada penggilingan-penggilingan. Penggilingan padi yang UMKM kecil ini yang kami berdayakan lebih dari 15.000 penggilingan yang kami jadikan mitra, ini jadi hidup kembali," jelasnya.

Ke depan, Bulog berencana memperkuat ekosistem ekonomi pedesaan ini dengan bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) untuk menyalurkan produk-produk pangan dari Bulog maupun pupuk bersubsidi.

Rizal berharap dengan terbangunnya rantai pasok dari desa ini akan mengubah arah pertumbuhan ekonomi nasional ke depan, di mana roda perekonomian berputar dari desa menuju kota, bukan sebaliknya.

"Jadi harapannya dari kami, ini tetap berjalan dengan baik, ya, sehingga nanti kehidupan tumbuh ekonomi itu bukan dari kota ke desa, tapi dari desa ke kota," pungkasnya.

[Gambas:Youtube]

(fln/pta)