Pemerintah menyiapkan satu juta ton beras untuk bantuan pangan bagi 33,2 juta penerima manfaat pada desil 1-4. Bantuan untuk periode Oktober-Desember 2026 akan disalurkan sekaligus sebanyak 30 kilogram per penerima dan ditargetkan mulai dibagikan pekan depan setelah mendapat persetujuan Presiden.
Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri penyerahan bantuan pangan secara simbolis di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (6/10). Proses penyaluran bantuan tiga bulan itu kini sedang disiapkan setelah persetujuan dan surat pelaksanaannya diterbitkan.
"Atas persetujuan Bapak Presiden, disiapkan satu juta ton beras untuk 33,2 juta penerima pada desil 1 sampai 4. Bantuan untuk Oktober, November, dan Desember diberikan sekaligus, 30 kilogram per penerima. Prosesnya sedang berjalan dan kami berharap pekan depan bantuan mulai dibagikan," ujar Zulkifli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bantuan tersebut, kata dia, ditujukan untuk menjaga kecukupan pangan sekaligus meringankan pengeluaran rumah tangga berpendapatan rendah. Pemerintah meminta masyarakat pada desil 1-4 tetap tenang karena bantuan untuk tiga bulan ke depan telah disetujui dan tengah diproses.
Selain bantuan pangan, pemerintah memperkuat stabilisasi harga melalui beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp12.500 per kilogram. Program SPHP telah berjalan, dengan penambahan alokasi satu juta ton hingga Maret 2027.
Pemerintah juga menambah SPHP jagung pakan sebanyak 150 ribu ton hingga Desember 2026 untuk menjaga pasokan dan mengantisipasi potensi kemarau kering serta paceklik.
"Beras SPHP dengan harga Rp12.500 per kilogram juga sudah disetujui dan programnya berjalan. Selisih Rp2.500 mungkin terlihat kecil, tetapi sangat berarti bagi keluarga. Kenaikan harga Rp500 saja bisa terasa berat bagi ibu-ibu," kata Zulkifli.
Dalam kegiatan di Kendari, bantuan diserahkan secara simbolis kepada 750 penerima dari delapan kelurahan. Masing-masing menerima lima kilogram beras premium.
Penerima merupakan warga yang pada periode sebelumnya belum memperoleh bantuan karena kendala pengambilan atau administrasi. Pemerintah kelurahan telah memverifikasi dan mengusulkan data penerima.
Pada penyaluran periode Juli-September 2026, Sulawesi Tenggara memiliki 324.272 Penerima Bantuan Pangan dengan realisasi penyaluran 97,42 persen. Di Kota Kendari, terdapat 27.660 penerima dengan realisasi 97,31 persen.
Upaya menjaga keterjangkauan pangan di Kendari juga diperkuat melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kota Kendari bersama Perum BULOG di lokasi kegiatan. Kegiatan ini menyediakan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan terus mengoordinasikan pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, BULOG, dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan bantuan tepat sasaran, memperkuat pasokan, dan menjaga daya beli masyarakat.
(inh)