Airlangga: Investor AS Cukup Yakin dengan Ekonomi Indonesia

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 20:48 WIB
Konferensi Pers Tentang Kebijakan Pemerintah dalam Mitigasi Risiko dan Antisipasi Dinamika Global.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis investasi perusahaan AS akan terus mengalir di tengah prospek perekonomian yang tetap kuat. (Tangkapan Layar Youtube Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis investasi perusahaan Amerika Serikat (AS) akan terus mengalir di tengah kuatnya prospek perekonomian.

Airlangga mengungkapkan sentimen investor terhadap perekonomian Indonesia saat ini cukup positif.

Ia juga menyebut Negeri Paman Sam termasuk dalam lima besar sumber investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) ke Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, saya pikir sentimen investor juga cukup yakin dengan ekonomi Indonesia," ujar Airlangga dalam 14th US-Indonesia Investment Summit yang digelar AmCham Indonesia, Selasa (6/10).

Menurut Airlangga, perekonomian Indonesia akan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2027, termasuk dengan memperkuat sektor-sektor yang memiliki daya tahan serta meningkatkan kapasitas ekspor dan investasi.

"Kita akan memperkuat sektor-sektor yang tinggi dan mempengaruhi industri yang resiliens, dan mengembangkan kapasitas ekspor dan investasi," ujarnya.

Pengembangan tersebut akan didukung oleh digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan artifisial (AI).

Selain itu, Indonesia juga tengah mengembangkan ekosistem ekonomi digital dan data center untuk menangkap peluang investasi di sektor tersebut.

Di tempat yang sama, Managing Director of AmCham Indonesia Donna Priadi menambahkan banyak perusahaan AS yang sudah lama berinvestasi di Indonesia.

"Bahkan, banyak perusahaan Amerika yang sudah berinvestasi di Indonesia dan beroperasi lebih dari 100 tahun lamanya," kata Donna.

Indonesia Country Executive Bank of America Mira Arifin menambahkan Indonesia juga memiliki sejumlah modal dasar yang menarik bagi investor, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga pasar domestik yang besar.

Namun, tantangan dalam investasi tetap ada, termasuk terkait kebijakan yang dapat berubah.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian, Donna mengatakan ada peluang yang ditawarkan Indonesia, terutama dengan pertumbuhan populasi dan jumlah penduduk usia muda, tetap menjadi daya tarik bagi perusahaan AS.

"Pada akhirnya, investor akan tetap berinvestasi di Indonesia. Karena banyak sekali opportunity, apalagi growth dari population and young population," ujar Donna.

(lil/sfr)