Ratusan Bank di China Tutup, Ada Apa?

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 09:00 WIB
Ratusan bank di China tutup. Sepanjang 2025, ada 670 bank yang setop beroperasi. Angka itu setara dengan sekitar seperempat dari total bank di China. (Foto: istockphoto/blackred)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan bank di China tutup. Pemerintah tengah berupaya membentuk lebih sedikit bank dengan permodalan yang lebih kuat di tengah perlambatan ekonomi.

Sepanjang 2025, konsolidasi yang didorong kebijakan pemerintah tersebut membuat 670 bank ditutup. Angka itu setara dengan sekitar seperempat dari total bank di China.

Sebagian besar bank-bank kecil yang tutup itu beroperasi di wilayah pedesaan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"China meningkatkan merger dan pembubaran bank untuk membentuk lebih sedikit lembaga keuangan, tetapi dengan ukuran, permodalan, dan kemampuan yang lebih kuat," kata analisis Fitch Ratings dikutip CNBC International, Senin (5/10).

Ficth mengatakan bank komersial kecil dan bank pedesaan masih menjadi bagian terlemah dalam sistem keuangan China.

Lembaga pemeringkat itu menyoroti kualitas aset yang buruk, permodalan yang rendah, serta masalah tata kelola, terutama di wilayah-wilayah China yang kurang berkembang.

Fitch mencatat tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) bank pedesaan turun menjadi 0,45 persen pada paruh pertama tahun ini, dari sebelumnya 0,56 persen pada 2021.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bank-bank tersebut naik menjadi 2,8 persen pada periode yang sama. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata sektor perbankan sebesar 1,5 persen.

Menurut Fitch, langkah konsolidasi tersebut bertujuan memperkuat pengawasan, membatasi celah dalam penerapan aturan, serta meningkatkan transparansi.

Fitch menilai masalah yang terjadi pada bank-bank kecil kemungkinan tidak akan menimbulkan penularan ke seluruh sistem keuangan. Pasalnya, sebagian besar bank tersebut beroperasi secara lokal dan memiliki eksposur yang terbatas terhadap transaksi antarbank.

Lembaga pemeringkat tersebut menambahkan langkah konsolidasi pada akhirnya dapat mengubah persaingan di antara bank-bank kecil, meskipun kelemahan struktural mereka kemungkinan masih akan bertahan dalam jangka pendek.

Langkah China menutup ratusan bank kecil dilakukan di tengah berbagai tanda tekanan terhadap negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 4,3 persen pada kuartal II 2026, menjadi pertumbuhan paling lambat sejak 2022.

Sementara itu, laba industri tumbuh 4,2 persen secara tahunan pada Agustus (yoy), sekaligus menjadi pertumbuhan terlemah sepanjang tahun ini.

[Gambas:Youtube]

(pta)