Kepala BGN Perintahkan Korcam Sidak Dapur MBG Tiap Hari

CNN Indonesia
Minggu, 04 Okt 2026 17:10 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kiri) didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kanan) menyampaikan keterangan pers di kantor BGN Jakarta, Jumat (7/8/2026). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan pihaknya telah memberh
Kepala BGN Sudaryono instruksikan sidak rutin ke dapur MBG untuk tingkatkan kepatuhan. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan instruksi kepada jajarannya, mulai dari Koordinator Kecamatan (Korcam) hingga level pimpinan wilayah untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) secara rutin setiap hari.

Sudaryono mengatakan instruksi ini dikeluarkan menyusul rendahnya tingkat kepatuhan dan adanya sejumlah persoalan di lapangan yang dinilai dapat mempertaruhkan kelangsungan program.

Menurut dia, meski mayoritas pegawai dan petugas di lapangan sudah bekerja dengan baik, ulah segelintir oknum sering menimbulkan efek negatif yang membuat seolah-olah seluruh sistem berjalan buruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semuanya buruk seolah-olah semua buruk karena satu keburukan atau dua keburukan, padahal sebetulnya mayoritas dari kita ini sudah kerja dengan baik. Kemudian demoralisasi karena satu dua oknum yang kemudian kerjanya tidak baik," ujar Sudaryono dalam akun instagram @sudaru_sudaryono, Minggu (4/10).

Dengan demikian, Sudaryono mewajibkan jajaran Koordinasi Lapangan (Korwil), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), hingga Koordinator Area Kerja (Karek) untuk aktif turun ke lapangan.

Ia juga meminta Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) BGN untuk memastikan kehadiran para pejabat di dapur-dapur yang menjadi titik layanan.

"Jujur dan saya di apel ini memerintahkan kepada seluruh jajaran KPPG dan ke bawah, Korwil, Karek, dan juga Korcam. Saya minta setiap apel itu Korwil berada di salah satu dapur dan melakukan sidak. Nanti Deputi Tauwas, saya minta untuk kemudian diabsen, ya itu setiap apel itu Anda harus berada di salah satu dapur," tegasnya.

Ia pun menyoroti bahwa tingkat kepatuhan di kalangan internal masih sangat rendah. Sudaryono mengingatkan bahwa pertaruhan dari kelalaian ini adalah keberhasilan program prioritas pemerintah itu.

"Ini harus saya lakukan karena memang mohon maaf tingkat kepatuhan Anda ini sangat rendah ya. Saya enggak ngerti, pertaruhannya adalah pertaruhan program. Kalau program ini kemudian Anda bikin sembarangan, asal-asalan, kan Anda sendiri semua yang rugi ya," katanya.

Sudaryono secara khusus memerintahkan Korcam agar pengawasan dilakukan setiap hari tanpa menunggu adanya teguran atau sidak dari pusat. Bahkan, ia pun mengkritik terhadap mentalitas sumber daya manusia yang terlibat jika masih bekerja secara asal-asalan.

"Korcam itu cobalah setiap hari kau sidaklah ke dapur-dapur punya temanmu itu. Masa baru ada sidak baru tertib gitu loh. Saya juga bingung ya, maksud saya Anda ini sumber daya manusia pilihan, sarjana katanya, sudah lulus, tapi masa mentalitasnya begini ya. Atau saya lagi siapin, siapkan tim. Ya manakala ternyata Anda memang tidak bisa dibina ya mohon maaf, harus kita, harus kita amputasi," ucap Sudaryono.

Selain itu, ia juga mengungkapkan penanganan pelaporan dan pengaduan yang kerap mandek di level tengah, seperti di tingkat KPPG atau Korwil. Ia mendapati banyak laporan dari kepala SPPG maupun pemilik dapur mitra yang mengeluhkan persoalan, tetapi aduannya hilang di tengah jalan.

Oleh karena itu, Sudaryono menginstruksikan agar seluruh keluhan baik dari SPPG maupun mitra disalurkan langsung ke Deputi Tawas di kantor pusat agar proses monitoring penyelesaian masalah di lapangan dapat terpantau transparan.

"Karena judgement itu kemudian menentukan nasib orang yang judgement-nya itu kadang-kadang merugikan orang gitu. Kalaupun Anda bisa selesaikan di level bawah tetap harus ada, ditembusi gitulah ke kantor pusat BGN, sehingga kita bisa monitoring penyelesaian persoalan yang Anda lakukan di lapangan," imbuhnya.

Sudaryono menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas berupa sanksi pencopotan bagi oknum yang tidak mampu dibina sekaligus kembali mengingatkan pentingnya penggunaan daftar periksa (check-list) dalam setiap kegiatan sidak.

"Sebagian besar dari kita sudah bekerja dengan baik, ada satu dua yang memang mungkin bekerjanya masih belum, ya. Kalau memang harus diganti kita ganti, kalau memang enggak bisa diganti ya pecat ya kita pecat gitu ya," katanya.

(fln/isn)
placeholder