Bank DBS Indonesia Ungkap Peluang Sustainability di 5 Sektor Strategis

Bank DBS Indonesia | CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 20:08 WIB
Bank DBS Indonesia
(Foto: Arsip Bank DBS Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lanskap bisnis global yang semakin kompleks saat ini memperlihatkan bahwa isu sustainability berkembang jauh lebih strategis, tak lagi sebagai agenda kepatuhan terkait pelaporan ESG, pengelolaan emisi, atau pemenuhan ekspektasi regulator.

Ketahanan energi, transformasi digital, perubahan rantai pasok global, ketahanan pangan, hingga tuntutan terhadap produk rendah karbon mulai mempengaruhi keputusan investasi, alokasi modal, dan arah pertumbuhan perusahaan.

Perubahan itu dipaparkan dalam riset Bank DBS Indonesia bertajuk The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks, yang mengulas keterkaitan sustainability dengan daya saing dan ketahanan bisnis di lima sektor strategis Indonesia, yaitu energi; teknologi, media dan telekomunikasi; kesehatan dan farmasi; pangan dan agribisnis; serta logam dan pertambangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Director of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin menyampaikan, perusahaan kini membutuhkan perspektif yang tepat untuk menentukan prioritas, serta mengambil keputusan strategis dalam jangka panjang. Namun, setiap sektor memiliki dinamika dan tantangan yang berbeda dalam menjalani transisi tersebut.

Dalam kebutuhan itu, Bank DBS Indonesia hadir sebagai mitra terpercaya bagi korporasi yang menyediakan insights yang relevan dan terarah dalam menavigasi perubahan di berbagai sektor strategis.

"Upaya ini dilakukan dalam membantu dunia usaha lebih memahami peluang, mengantisipasi risiko, sekaligus mengambil langkah yang tepat untuk pertumbuhan jangka panjang," ujar Anthonius.

Bank DBS Indonesia(Foto: Arsip Bank DBS Indonesia)

Bank DBS Indonesia pun telah mengidentifikasi sejumlah area yang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan baru di berbagai sektor strategis.

Di sektor energi, fokus bergeser menuju elektrifikasi. Pertumbuhan kendaraan listrik, pusat data, AI, hilirisasi industri, dan elektrifikasi rumah tangga diproyeksikan meningkatkan kebutuhan listrik Indonesia secara signifikan dalam beberapa dekade ke depan.

Kondisi ini membuka peluang pada pengembangan energi terbarukan, battery energy storage system (BESS), transmisi listrik, modernisasi jaringan, serta infrastruktur elektrifikasi.

Di sektor teknologi, pertumbuhan ekonomi digital dan AI mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang lebih canggih.

Green data center, cloud infrastructure, cybersecurity, dan infrastruktur pendukung AI semakin menjadi area investasi strategis yang dapat menentukan daya saing Indonesia sebagai hub digital regional.

Sementara itu, sektor kesehatan menghadapi peluang yang muncul dari kebutuhan memperkuat ketahanan rantai pasok farmasi, pengembangan kapasitas layanan spesialis, dan peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas.

Di agribisnis, fokus pertumbuhan mulai bergeser dari ekspansi menjadi produktivitas. Teknologi pertanian, traceability, cold chain, dan efisiensi rantai pasok menjadi semakin penting untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing industri.

Adapun di sektor logam dan pertambangan, peluang hadir dari kemampuan menciptakan nilai tambah melalui komponen baterai, battery energy storage systems (BESS), daur ulang baterai, serta pengembangan produk logam rendah karbon yang mampu memenuhi standar global yang terus berkembang.

Dengan peluang yang terbuka luas, laporan Bank DBS Indonesia menunjukkan bahwa tantangan terbesar sering kali bukan terletak pada ketersediaan peluang itu sendiri.

Banyak proyek strategis masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari kesiapan proyek, kompleksitas struktur pembiayaan, profil risiko, kepastian arus kas, hingga tantangan regulasi dan implementasi.

Dalam hal ini, kemampuan menerjemahkan peluang menjadi proyek yang layak secara komersial menjadi semakin penting, membuat peran Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia jadi relevan, dengan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan finansial korporasi, juga terhadap pemahaman terhadap dinamika industri dan peluang pertumbuhan yang dihadapi perusahaan.

Dalam kondisi yang serba tak pasti, keputusan strategis mengenai ekspansi kapasitas, pengembangan infrastruktur, transformasi digital, penguatan rantai pasok, maupun investasi jangka panjang membutuhkan pemahaman yang komprehensif agar langkah yang diambil berkualitas.

Melalui laporan The Sustainability Shift, Bank DBS Indonesia menghadirkan perspektif lintas sektor yang membantu para pengambil keputusan memahami hubungan antara sustainability, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing industri.

Pendekatan ini sejalan dengan peran Bank DBS Indonesia sebagai mitra tepercaya bagi korporasi di Asia, dengan menghadirkan wawasan pasar, perspektif sektoral, dan pandangan strategis untuk keputusan perusahaan yang lebih terarah.

Pemaparan The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks dari Bank DBS Indonesia tentang perspektif mendalam mengenai peluang dan risiko yang membentuk masa depan lima sektor strategis Indonesia bisa diakses di sini.

(rea/rir)
placeholder