Kata-kata Luky dan Nurkholisoh di Kemenkeu usai Dilantik Jadi Wamenkeu

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 17:47 WIB
Luky dan Nurkholisoh di Kemenkeu Usai Dilantik Jadi Wamenkeu
Wakil menteri (wamen) keuangan yang baru dilantik, Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Afirman, menyampaikan sambutan perdananya di Kemenkeu pada Kamis (1/10). (CNN Indonesia/Muhammad Falah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto melantik dua wakil menteri (wamen) keuangan baru, yaitu Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode Tahun 2024-2029.

Dengan bertambahnya dua nama tersebut, wamen keuangan menjadi tiga. Saat ini, ada Juda Agung yang menjadi wamen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, keduanya langsung ke kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan disambut meriah oleh pegawainya.

Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman yang kembali menginjakkan kaki di lingkungan Kemenkeu menyebut perasaannya campur aduk usai kembali mendapat kepercayaan sebagai Wamenkeu setelah sempat melewati masa "hibernasi".

Luky mengaku butuh waktu dan dukungan para pegawai untuk mengejar ketertinggalan.

"Kalau ditanya perasaan saya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya, berat yang pasti ya, Pak Menteri. Kemarin saya ada masa hibernasi, Pak Menteri," ucap Luky di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).

Luky menambahkan dirinya bersama Nurkholisoh tidak memiliki program khusus secara mandiri karena posisi mereka adalah sebagai pembantu presiden dan menteri keuangan.

Luky mengaku memiliki tiga fokus utama dalam waktu dekat di Kemenkeu, mulai dari penyelesaian APBN 2026 yang tinggal menyisakan tiga bulan hingga konsolidasi internal untuk mendorong reformasi birokrasi.

"Satu, bagaimana kita menjalani, menyelesaikan APBN 2026. Enggak kerasa sudah tanggal 1 Oktober, tinggal 3 bulan lagi. Yang kedua, bagaimana juga mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027. Terakhir, bagaimana kita melakukan konsolidasi internal untuk terus mendorong reform, transformasi," kata Luky.

Sementara itu, Nurkholisoh yang datang dari latar belakang Bank Indonesia (BI) mengaku sebagai orang baru di Kemenkeu, meski sebelumnya sempat terlibat dalam pembentukan Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK).

[Gambas:Youtube]

Nurkholisoh menyebut dirinya sebagai pembelajar sejati yang siap merangkul puluhan ribu pegawai Kemenkeu.

"Sebagai orang baru, saya harus memperkenalkan diri. Selama 20 tahun saya berkarier di Bank Indonesia, Bank Sentral Republik Indonesia. Jadi, ini antara baru dan enggak baru," ujar Nurkholisoh.

Dengan jumlah pegawai Kemenkeu yang mencapai sekitar 80 ribu orang yang jauh lebih besar dibandingkan BI yang berkisar 6 ribu hingga 7 ribu pegawai, ia berharap kehadirannya bisa memberikan kontribusi bagi efektivitas organisasi serta mendekatkan diri dengan para insan Kemenkeu.

"Saya pribadi selalu menganggap diri saya ini adalah pembelajar dari lahir. Saya bahkan punya lima ijazah ya kalau mau menunjukkan betapa saya itu suka sekali saya belajar," imbuhnya disambut tawa hadirin.

(fln/sfr)