Cicilan Utang Kopdes Merah Putih Sudah di Bank, Tapi Belum Dicairkan

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 07:37 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 195 poin atau 1,33 persen ke level Rp14.415 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,039 poin atau 0,04 persen ke level 97,869 pada pukul 14.53 WI
Dana pemerintah untuk membayar cicilan utang proyek Kopdes Merah Putih yang jatuh tempo pada 25 September 2026 telah ditempatkan di bank BUMN. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Bogor, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkap dana pemerintah untuk membayar cicilan utang proyek Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang jatuh tempo pada 25 September 2026 telah ditempatkan di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Namun, dana tersebut belum langsung dicairkan. Pemerintah masih menunggu proses verifikasi dan validasi sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2026 dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2026.

"KDMP memang due-nya tanggal 25 September kemarin. Dana dari pemerintah sudah siap, bahkan dana pemerintah untuk membayar yang due di bulan September, 25 September, sudah ditaruh di Bank Himbara. Tapi pencairannya sesuai dengan PMK-nya, sesuai dengan perpres," ujar Juda dalam media gathering, Kamis (1/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juda menjelaskan pencairan dana harus mengikuti tata kelola yang telah ditetapkan pemerintah alias melalui proses verifikasi dan validasi terhadap kewajiban yang akan dibayarkan.

"Tata kelola itu harus dilakukan dengan verifikasi dan validasi. Yang verval dulu, diaudit oleh BPK. Sehingga ini clean, clean and clear, dana itu kemudian kuncinya dibuka," jelasnya.

Setelah seluruh proses tersebut selesai, dana pemerintah yang telah ditempatkan di Himbara akan dapat disalurkan untuk pembayaran kewajiban Kopdes Merah Putih.

"Dana pemerintah yang ditempatkan atau disiapkan untuk membayar tadi, kuncinya dibuka. Siap disalurkan," kata Juda.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan anggaran untuk membayar utang proyek pembangunan KDMP kepada bank-bank Himbara telah tersedia dalam APBN 2026.

"Pembayaran utang yang digunakan untuk membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu telah dianggarkan di dalam APBN. Jadi, anggarannya ada," ujar Suahasil dalam konferensi pers di kantor Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (24/9).

Tagihan pertama utang proyek KDMP yang jatuh tempo pada 25 September mencapai sekitar Rp37 triliun. Adapun total utang proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp240 triliun.

Utang tersebut diambil PT Agrinas Pangan Nusantara dari bank-bank BUMN untuk digunakan dalam pembangunan Kopdes Merah Putih.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)