Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto membentuk kementerian koordinator baru yang khusus menangani hilirisasi dan transisi energi.
Menurut Bahlil, pembentukan kemenko tersebut ditujukan untuk mengonsolidasikan program hilirisasi dan mempercepat pelaksanaannya.
Bahlil mengatakan hilirisasi dan transisi energi merupakan bagian dari program Asta Cita pemerintahan Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, program tersebut perlu dikonsolidasikan melalui kementerian koordinator agar pelaksanaannya dapat dipercepat.
"Kita tahu bahwa Bapak Presiden (Prabowo) mempunyai program yang salah satu di antaranya adalah Asta Cita tentang hilirisasi dan transisi energi. Dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan," ujar Bahlil usai dilantik di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).
Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merupakan nomenklatur baru dalam struktur pemerintahan.
Bahlil mengatakan dirinya akan merangkap jabatan sebagai menko sekaligus menteri ESDM.
Menurut Bahlil, rangkap jabatan tersebut untuk sementara akan dijalankan dengan kantor yang tetap berada di Kementerian ESDM. Ia mengatakan hal tersebut berkaitan dengan besarnya porsi sektor ESDM dalam investasi hilirisasi.
"Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM. Sambil kita melihat perkembangan, karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi. Dari total investasi 100 persen, 90 persennya itu ada di sektor ESDM," ujarnya.
Bahlil juga menjelaskan perbedaan fungsi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Menurut dia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi adalah kementerian teknis yang nantinya berada di bawah koordinasi kemenko.
"Nanti alasannya, kalau menko kan kemenko aja, menteri koordinator. Sementara menteri investasi dan hilirisasi kan dia menteri teknis. Jadi Kementerian Investasi Hilirisasi itu di bawah koordinasi kemenko. Itu aja, kok, biasa ya," kata Bahlil.
Adapun pembentukan kementerian koordinator baru tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Sebelum pelantikan, Bahlil juga telah mengungkap bahwa dirinya mendapat tugas untuk merangkap sebagai menko hilirisasi dan transisi energi sekaligus menteri ESDM. Ia mengatakan tugas tersebut disampaikan melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
"Amanah dari Bapak Presiden untuk bangsa dan negara. Memang saya dapat telepon dari Pak Seskab, untuk Menko merangkap Menteri ESDM. Kita jalankan semua tugas dari Bapak Presiden," ujar Bahlil sebelum memasuki Istana.
Bahlil mengatakan dirinya akan menjalankan tugas sesuai dengan kewenangan yang diberikan Sang Kepala Negara melalui keputusan presiden.
Ia juga menegaskan akan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan dalam Keppres tersebut.