Bos Agrinas Buka-bukaan 969 Calon Manajer Kopdes Tolak Offering

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 10:43 WIB
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan hingga saat ini belum ada keputusan untuk menunda impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
Direktur Utama PT Agrinas, Joao Mota, mengungkapkan 969 calon manajer Kopdes Merah Putih menolak offering letter, sementara 27.099 lainnya setuju. (FOTO:CNN Indonesia/ Laurent Nabila).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota beberkan sebanyak 969 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih (KDKMP) menyatakan menolak untuk menandatangani surat penawaran atau offering letter. 

Hal itu Joao sampaikan dalam unggahan di akun Instagram miliknya @bung.joaomota pada Rabu (30/9). 

Selain itu, ia juga menyebutkan ada 532 surat penawaran kepada calon manajer Kopdes Merah Putih yang kadaluwarsa. Adapun lainnya, sebanyak 27.099 menyatakan setuju dan menandatangani offering letter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebanyak 27.099 manajer KDKMP telah menandatangani offering letter sebagai tanda sah telah menerima penugasannya. Mereka berasal dari berbagai daerah dan desa di pelosok Indonesia. Sebanyak 969 orang menolak offering letter dan 532 kedaluwarsa," tulis Joao dalam unggahannya. 

[Gambas:Instagram]

Bos Agrinas menyebutkan kalau para calon manajer Kopdes Merah Putih yang menyambangi tempatnya mengaku terkejut dan terharu, karena langsung diterima untuk berdiskusi soal penempatan mereka.

"Para manajer ini mengaku terkejut dan terharu, karena langsung diterima untuk berdiskusi soal penempatan mereka," tulisnya.

Ia menjelaskan, kunjungan para calon manajer KDKMP ke kantor Agrinas Pangan Nusantara memiliki itikad baik. Para calon manajer itu hendak mendiskusikan penempatan mereka untuk membangun gerai dan mengelola operasionalisasi KDKMP selama dua tahun pertama.

"Dengan kerja sama erat antara pengelola KDKMP, perangkat desa dan seluruh warga setempat, maka rancangan KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa akan terwujud," jelasnya.

Adapun audensi dan diskusi diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai pola pendampingan, serta mekanisme kerja para manajer di lapangan dalam mendukung keberlanjutan program KDKMP ke depan.

(ins)
placeholder