DPR Minta BI dan Pemerintah Jaga Rupiah Rp17.500 per Dolar AS di 2027

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 06:50 WIB
Nilai tukar rupiah hari ini melemah sebesar 24 poin atau 0,14 persen terhadap dolar AS. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Badan Anggaran (Banggar) DPR meminta Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menjaga nilai tukar rupiah di kisaran Rp17.500 per dolar AS pada 2027. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Anggaran (Banggar) DPR meminta Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menjaga nilai tukar rupiah di kisaran Rp17.500 per dolar AS pada 2027.

Ketua Banggar Said Abdullah pengendalian nilai tukar diperlukan untuk mencegah tekanan terhadap fiskal dan sektor riil terus berlanjut.

"Oleh sebab itu, pada tahun 2027 Bank Indonesia dan Pemerintah perlu mengendalikan kurs rupiah di kisaran Rp17.500. Langkah ini untuk memastikan agar tekanan terhadap fiskal dan sektor riil tidak berkelanjutan," ujar Said dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Said menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah dapat memberikan tekanan terhadap kondisi fiskal dan sektor riil karena dapat meningkatkan biaya dana (cost of fund).

"Apabila nilai dolar AS semakin tinggi, pastinya akan menimbulkan selisih kurs yang berdampak biaya dana kita akan lebih besar," ujarnya.

Said pun mengatakan stabilitas nilai tukar juga berkaitan dengan upaya menjaga daya beli masyarakat. Hal ini mengingat konsumsi rumah tangga masih menjadi pilar utama dalam Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Oleh karena itu, ia menilai pengendalian inflasi perlu menjadi perhatian pemerintah dan BI. Banggar DPR bersama pemerintah telah menyepakati target inflasi 2027 berada di kisaran 2,5 persen.

"Konsumsi rumah tangga masih menjadi pilar utama dalam struktur PDB nasional kita. Karena itu, target inflasi rendah harus menjadi keniscayaan," ujar Said.

Said menambahkan, Banggar DPR juga berpandangan nilai tukar rupiah perlu tetap terkendali meskipun Indonesia menerapkan rezim devisa bebas.

Menurut dia, penerapan rezim tersebut tidak berarti pemerintah dan otoritas moneter tidak dapat melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

"Sebangun dengan kebutuhan inflasi rendah, Badan Anggaran DPR sepandangan dengan Pemerintah dan Bank Indonesia bahwa kurs rupiah harus terkendali meskipun kita masih menganut rezim devisa bebas, tidak berarti intervensi pada sektor moneter kita haramkan," ujar Said.

[Gambas:Youtube]

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.981 per dolar AS pada perdagangan Selasa (29/9) sore ini. Mata uang Garuda melemah 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah tertekan oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed dan tingginya harga minyak dunia.

"Rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS tertekan oleh meningkatnya prospek suku bunga The Fed dan harga minyak dunia yang tinggi. Pelemahan rupiah terbatasi oleh intervensi BI di pasar spot, NDF, dan DNDF," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr)