Mixue Indonesia menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat bisnis di Tanah Air. Penguatan rantai pasok, efisiensi operasional mitra, hingga peningkatan kualitas produk dan pengalaman konsumen menjadi fokus perusahaan di tengah peluang pertumbuhan pasar domestik.
Saat ini, Mixue Indonesia mengoperasikan sekitar 2.000 gerai dengan dukungan lebih dari 1.400 mitra usaha lokal. Jaringan tersebut menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja. Indonesia juga menjadi pasar terbesar Mixue di luar negara asalnya, sementara jaringan global perusahaan telah mencapai 64 ribu gerai di belasan negara.
Besarnya jaringan tersebut membuat ketersediaan dan pengelolaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional. Perusahaan mencatat pertumbuhan kinerja pada paruh pertama 2026 dan masih melihat ruang pengembangan bisnis di pasar Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menopang operasional, Mixue telah menjalankan fasilitas produksi sendiri sejak 2012 dan membangun sistem logistik sendiri sejak 2014. Sistem tersebut diperkuat dengan jaringan gudang dan distribusi nasional.
Perusahaan juga menerapkan sistem rantai dingin untuk menjaga mutu dan kesegaran bahan selama proses penyimpanan hingga pengiriman ke gerai.
Direktur Hubungan Masyarakat Asia Tenggara sekaligus Wakil General Manager Mixue Indonesia, Bing Shikhuan, mengatakan penguatan rantai pasok menjadi salah satu fokus perusahaan.
"Rantai pasok menjadi kekuatan utama kami, dan efisiensinya terus kami perbaiki," ujarnya.
Fasilitas produksi berskala besar dan jaringan gerai yang tersebar luas dinilai membantu perusahaan menjaga konsistensi produk. Pola tersebut juga memungkinkan pasokan ke gerai tetap terjaga, baik di pusat perbelanjaan kota besar maupun kawasan permukiman di berbagai daerah.
Di sisi distribusi, efisiensi menjadi perhatian agar biaya logistik tidak ikut mendorong kenaikan harga produk. Mixue juga menempatkan aspek halal sebagai salah satu prioritas dalam memberikan kenyamanan dan kepercayaan kepada konsumen.
Bing mengatakan perhatian perusahaan tidak hanya diarahkan pada pembukaan gerai baru, tetapi juga pada kesehatan operasional gerai yang sudah berjalan. Sejumlah dukungan diberikan kepada mitra, mulai dari penataan stok, pengelolaan biaya, pengaturan jam sibuk, hingga pendampingan operasional.
Langkah tersebut ditujukan agar mitra dapat mengelola gerai secara lebih efisien. Efisiensi menjadi semakin penting bagi gerai yang menghadapi biaya operasional, termasuk sewa tempat, yang relatif tinggi.
"Kami ingin setiap gerai berjalan sehat, karena di situ letak keberlanjutan bisnis mitra," katanya.
Mixue tetap menargetkan penambahan gerai setiap tahun. Namun, ekspansi jaringan akan disertai dengan kesiapan pasokan dan operasional agar pertumbuhan tidak mengorbankan kinerja gerai yang telah berjalan.
Dari sisi produk, perusahaan juga berupaya meningkatkan mutu dengan tetap mempertahankan posisi harga yang terjangkau. Kepala Hubungan Masyarakat dan Hubungan Pemerintah Mixue Indonesia, Valeria Linggoraharjo, mengatakan daya beli masyarakat menjadi salah satu pertimbangan dalam setiap penyesuaian bahan maupun proses produksi.
"Harga yang terjangkau tidak berarti kualitas produk harus dikurangi," ucapnya.
Mixue menyasar konsumen dari berbagai kalangan melalui lini produk es krim dan minuman berbasis teh. Pelajar, pekerja, hingga keluarga menjadi bagian dari basis konsumen perusahaan.
Dengan jaringan gerai yang tersebar di berbagai wilayah, konsistensi rasa dan mutu produk menjadi bagian penting dari standar operasional Mixue. Konsistensi tersebut didukung oleh koordinasi yang terintegrasi, mulai dari gudang dan armada pengiriman hingga mitra pengelola gerai.
Pengalaman konsumen di gerai juga menjadi bagian dari evaluasi perusahaan. Mixue melakukan peninjauan berkala terhadap kualitas layanan, kecepatan penyajian, dan kenyamanan ruang, kemudian menyesuaikan standar operasional bersama mitra.
"Evaluasi dan optimalisasi kami jalankan berkelanjutan agar konsumen merasakan perbaikan yang nyata," kata Valeria.
Mixue Group masih melihat peluang pertumbuhan bisnis di Indonesia. Perusahaan menyatakan akan melanjutkan penguatan fondasi operasional, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan kualitas produk dan pengalaman konsumen.
Foto: arsip Mixue X PMI. |
Di luar aktivitas bisnis, Mixue Indonesia bersama para mitra gerai turut mendukung kegiatan kemanusiaan. Salah satunya dilakukan dengan menyediakan minuman bagi peserta peresmian gedung baru Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta di Jalan Kramat Raya Nomor 47, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).
Peresmian tersebut digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI. Gedung baru itu menjadi markas PMI DKI Jakarta sekaligus mendukung operasional Unit Donor Darah yang setiap hari menyiapkan sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong darah untuk rumah sakit di wilayah Jabodetabek.
Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla, serta Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani.
"Dukungan ini kami berikan bersama mitra sebagai apresiasi kepada PMI yang selama ini aktif membantu masyarakat," imbuh Valeria.
Kegiatan tersebut mengusung tema "Peduli, Bergerak, Bersama" dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI.
Melalui penguatan operasional dan kemitraan tersebut, Mixue Indonesia menempatkan pertumbuhan jaringan sejalan dengan upaya menjaga kinerja gerai yang telah berjalan. Perusahaan juga menyatakan akan terus memperkuat kehadirannya di Indonesia dengan membangun pertumbuhan jangka panjang bersama mitra, konsumen, dan masyarakat.
(ory/ory)
Foto: arsip Mixue X PMI.