IHSG Rontok ke 6.181 usai Batas Harga Saham Minimum Rp1 Berlaku

CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 12:20 WIB
Pekerja melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Jumat (15/11/2024). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,74 persen atau 53,3 poin ke level 7.161 pada penutupan perdagangan Jumat (15/11/2024).  . AN
IHSG melemah 0,97 persen ke 6.181 pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (28/9) usai batas harga terendah saham menjadi Rp1 berlaku. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah nyaris 1 persen pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (28/9) siang usai batas harga terendah saham menjadi Rp1 di pasar reguler dan pasar tunai resmi diberlakukan.

Berdasarkan data RTI Business pukul 12.00 WIB, indeks saham melemah 60,45 poin atau minus 0,97 persen ke level 6.181.

IHSG sesi I ditutup di level 6.181 dengan level tertinggi 6.227 dan terendah 6.174.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 496 saham terkoreksi, 193 menguat, dan 102 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.836,357 triliun.

Volume perdagangan mencapai 23,38 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,41 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,02 juta kali transaksi.

Investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp559,07 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatat jual bersih sebesar Rp440,38 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai terjadi jual bersih sebesar Rp118,70 miliar.

Berdasarkan volume perdagangan sebanyak 33,3 miliar saham, investor domestik mendominasi dengan porsi 83,51 persen atau sekitar 27,81 miliar saham. Sementara, investor asing berkontribusi 16,49 persen atau sekitar 5,49 miliar saham.

Dari sisi nilai transaksi sebesar Rp9,6 triliun, investor asing berkontribusi 30,64 persen dengan membukukan pembelian Rp2,7 triliun. Sementara, investor domestik berkontribusi 69,36 persen mencatat pembelian Rp6,9 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.633.692 kali transaksi. Investor domestik mendominasi dengan porsi 85,49 persen, sedangkan investor asing berkontribusi 14,51 persen dengan frekuensi pembelian sebanyak 174.685 kali dan penjualan sebanyak 299.332 kali.

[Gambas:Youtube]

(fln/pta)