Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.916 per dolar AS pada perdagangan Kamis (24/9) sore. Mata uang Garuda melemah 98 poin atau 0,55 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah mata uang Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang Asia menguat, yakni dolar Singapura naik 0,02 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya melemah. Yuan China turun 0,04 persen, peso Filipina melemah 0,18 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,02 persen, yen Jepang turun 0,13 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,39 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, seluruh mata uang utama negara maju yang dipantau bergerak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,02 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,13 persen, dolar Kanada melemah 0,03 persen, dan franc Swiss turun 0,30 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi AS, indeks dolar AS, dan harga minyak mentah dunia.
"Rupiah ditutup melemah tajam ke level Rp17.916 per dolar di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS, indeks dolar AS dan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Menurut Lukman, penguatan dolar AS masih berlanjut seiring antisipasi pasar terhadap pernyataan sejumlah pejabat bank sentral AS atau Federal Reserve yang dinilai berpotensi hawkish.
"Penguatan dolar AS yang masih berlanjut hari ini juga oleh antisipasi pernyataan hawkish dari beberapa pejabat The Fed yang akan berpidato hari ini," kata Lukman.
(lau/sfr)