Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.884 per dolar AS pada perdagangan Selasa (22/9) sore. Mata uang Garuda melemah 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang menguat, yakni peso Filipina yang naik 0,14 persen, won Korea Selatan 0,94 persen, dan dolar Hong Kong 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya melemah. Yuan China turun 0,12 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,02 persen, dolar Singapura melemah 0,09 persen, dan yen Jepang turun 0,18 persen.
Di sisi lain, seluruh mata uang utama negara maju terpantau bergerak melemah terhadap dolar AS.
Euro Eropa turun 0,26 persen, poundsterling Inggris melemah 0,25 persen, dolar Australia terkoreksi 0,28 persen, dolar Kanada turun 0,08 persen, dan franc Swiss melemah 0,12 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah cukup signifikan di tengah antisipasi investor terhadap keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan digelar besok.
"Rupiah ditutup melemah cukup besar terhadap dolar AS di tengah antisipasi investor terhadap RDG BI besok. Mata uang Asia maupun utama dunia umumnya juga melemah di tengah kenaikan indeks dolar AS ke level tertinggi baru sejak 30 Juli oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(lau/sfr)