PT Permata Lintas Abadi melalui armada TB Marina 21-BG Ewan 30 merespons musibah yang menimpa kru TB MT20 di perairan Bawean, Jawa Timur, Minggu (13/9). Kapal tersebut memberikan bantuan darurat kepada para korban.
Menurut keterangan tertulis, saat musibah terjadi TB Marina 21 tengah berlayar dari Kalimantan Selatan dengan membawa muatan batu bara menuju PLTU Rembang.
Berdasarkan laporan operasional kapal, kru TB Marina 21 mendengar panggilan darurat (Mayday) dari kru TB MT20 sekitar pukul 17.00 waktu setempat, saat kapal berada di sekitar perairan Bawean.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merespons panggilan darurat itu, nakhoda TB Marina 21 langsung mengarahkan kapal menuju lokasi yang dilaporkan sebagai titik kejadian.
Sekitar pukul 18.00 waktu setempat, TB Marina 21 tiba di lokasi dan berkomunikasi dengan kru TB MT20 untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan bantuan. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak manajemen dan perwakilan perusahaan terkait.
Dari komunikasi itu, kru TB MT20 menyampaikan kebutuhan mendesak berupa pasokan makanan dan kebutuhan dasar.
Proses pertolongan dan evakuasi diinformasikan telah ditangani oleh tim penolong yang bergerak dari Pulau Bawean. Lokasi kejadian diperkirakan berjarak sekitar 18 mil laut dari pulau itu.
Kru TB Marina 21 selanjutnya menyerahkan bantuan pasokan makanan kepada kru TB MT20.
Setelah memastikan bantuan telah diterima dan tidak ada permintaan pertolongan tambahan, TB Marina 21 kembali melanjutkan pelayaran menuju PLTU Rembang untuk menyelesaikan pengangkutan batu bara sesuai tujuan awal.
Tindakan kru TB Marina 21 dinilai sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat di laut.
Bagi PT Permata Lintas Abadi, aspek keselamatan pelayaran dan kepedulian terhadap sesama pengguna laut menjadi bagian penting dari kegiatan operasional perusahaan.
(rir)