TelkomGroup dan China Unicom Bermitra Perkuat Ekosistem Digital RI

Telkom | CNN Indonesia
Selasa, 22 Sep 2026 12:38 WIB
Telkom
(Foto: Arsip Telkom)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama tiga operating company, yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), menjalin kemitraan strategis dengan PT China Unicom Indonesia Operations (China Unicom).

Melalui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), disepakati ruang untuk menjajaki kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur digital, konektivitas, dan solusi teknologi bagi pasar di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Network Telkom Nanang Hendarno, bersama jajaran Direksi dari Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel, serta Direktur China Unicom Wu Xu Hua, dengan didampingi oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji, di Jakarta, Senin (21/9).

Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno menilai bahwa kolaborasi dengan China Unicom sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi jaringan nasional di tengah peningkatan kebutuhan layanan digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui inisiatif ini, kami ingin meningkatkan kapasitas dan keandalan ekosistem telekomunikasi digital yang kami miliki, sehingga dapat menghadirkan pengalaman dan layanan yang semakin optimal untuk mendukung pelanggan enterprise di Indonesia," kata Nanang.

Ia meyakini, skala jaringan global China Unicom dapat membuka peluang bagi TelkomGroup untuk saling bertukar wawasan teknis dan benchmark kelas dunia.

"Kami optimis kolaborasi ini akan mendorong percepatan modernisasi jaringan, serta memperkuat daya saing infrastruktur digital nasional ke depannya," tambahnya.

Penandatanganan MoU ini turut memperkuat langkah TelkomGroup dalam membangun koneksi dengan mitra global, serta memperluas kapabilitas ekosistem digital nasional.

Dengan menempatkan kebutuhan pelanggan dan penciptaan nilai sebagai dasar pengembangan setiap inisiatif, TelkomGroup dan China Unicom akan terus menggali peluang kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis, memperkuat daya saing industri, serta memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.

Kesepakatan disusun menggunakan skema multilateral yang mengintegrasikan kapabilitas TelkomGroup ke dalam satu kerangka kolaborasi strategis bersama China Unicom.

Melalui penerapan prinsip resiprokal, seluruh pihak dimungkinkan untuk menjajaki kerja sama di lima bidang utama, yaitu ekosistem data center, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), solusi dan use case 5G, konektivitas, serta Internet of Things (IoT).

Kolaborasi akan diarahkan untuk mengembangkan produk, layanan, dan peluang bisnis bagi pelanggan enterprise di Indonesia, sekaligus menjajaki akses ke pasar global sesuai kapabilitas dan kesepakatan para pihak.

TelkomGroup mengombinasikan infrastruktur, ekosistem pelanggan, dan pemahaman pasar domestik dengan pengalaman internasional, kapabilitas teknologi, serta jaringan ekosistem global China Unicom.

Dengan skala tersebut, China Unicom saat ini menjangkau lebih dari 1,2 miliar pengguna, didukung hampir 5 juta base station 5G dan lebih dari 670.000 kilometer kabel laut.

Penjajakan kolaborasi di lima bidang yang telah disepakati akan melibatkan Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel sesuai dengan kapabilitas serta portofolio bisnis masing-masing.

Lewat pendekatan ini, setiap inisiatif dapat melibatkan satu atau lebih entitas TelkomGroup, bergantung pada relevansi solusi dan kebutuhan pelanggan.

Kemitraan ini juga mendorong pemanfaatan kapabilitas para pihak secara dua arah. Jika China Unicom dapat memanfaatkan infrastruktur TelkomGroup, termasuk layanan data center, cloud, dan konektivitas, TelkomGroup bisa mengoptimalkan kapabilitas teknologi serta jaringan ekosistem global China Unicom untuk mendukung pengembangan solusi, serta membuka akses ke pelanggan dan pasar internasional.

Skema resiprokal ini pun turut memperluas ruang kolaborasi kedua grup, melewati bentuk hubungan business-to-business konvensional, melainkan melalui pemanfaatan kapabilitas dan ekosistem masing-masing entitas.

Tahap selanjutnya akan mencakup validasi pasar, pertukaran wawasan dan benchmark global, demonstrasi kapabilitas, pendalaman teknis, alih pengetahuan, serta penjajakan inisiatif bersama.

Setiap peluang yang teridentifikasi kemudian dievaluasi berdasarkan kesiapan pasar, nilai bisnis, serta peran dan kapabilitas masing-masing pihak sebelum dituangkan dalam perjanjian definitif.

Dengan kolaborasi ini, TelkomGroup tetap memegang peran utama dalam hubungan komersial dengan pelanggan di Indonesia. Keterlibatan China Unicom dengan pelanggan TelkomGroup akan dilakukan bersama di bawah TelkomGroup, sementara China Unicom memberikan dukungan sesuai cakupan kerja sama berdasarkan kesepakatan para pihak.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan upaya TelkomGroup memperluas kerja sama strategis dengan mitra global yang memiliki kapabilitas dan pengalaman komplementer.

"Melalui skema multilateral ini, kami ingin menggabungkan kekuatan TelkomGroup dengan kapabilitas global China Unicom untuk membuka peluang bisnis baru, serta menghadirkan nilai yang semakin relevan bagi pelanggan dan industri di Indonesia," pungkas Seno.

(rea/rir)
placeholder