Pemerintah Target Program Jaringan Gas Bumi 1 Juta Rumah Rampung 2028

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 07:33 WIB
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman dalam konferensi pers di KSP, Jakarta Pusat, Rabu (10/6).
Kepala Staf Kepresidenan Dudung targetkan program Jaringan Gas Bumi untuk 1 juta sambungan rumah rampung 2028, mempermudah akses gas dan mendukung perekonomian. (FOTO:CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menargetkan program Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga (Jargas) untuk 1 juta sambungan rumah akan rampung di 2028.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyampaikan target tersebut saat meninjau kesiapan pengoperasian Jargas di Kab. Gresik, Jawa Timur, Jumat (18/9).

"2028, 2028 selesai," kata Dudung mengutip keterangannya, Jumat (18/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan jaringan gas rumah tangga ini juga akan mempermudah masyarakat, terutama saat kebutuhan mendadak pada malam hari ketika sulit memperoleh LPG tabung 3 kilogram.

Lihat Juga :

Ia juga memastikan harga gas melalui jaringan pipa ini lebih murah dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

Dudung optimistis program ini akan membawa dampak positif pada perekonomian masyarakat setempat.

"Otomatis kalau misalnya gas itu dengan harga yang tadi saya sebutkan Rp70 ribu, terutama bagi perekonomian, UMKM, yang kemudian akhirnya cuma Rp20 ribu, ini akan sangat membantu," ujar dia.

[Gambas:Youtube]

Ia juga menyebut perizinan pengoperasian Jargas telah rampung.

"Kendala perizinan selama ini yang menahan pengoperasian sudah terselesaikan," kata dia.

Dengan tuntasnya proses perizinan, Dudung meminta fokus kini berpindah ke tahap pengoperasian.

Ia juga meminta Kementerian ESDM segera menetapkan badan usaha pengelola dan menerbitkan izin usaha niaga gas bumi, SKK Migas memastikan alokasi gas dan titik serah, serta BPH Migas menyiapkan harga gas rumah tangga yang tetap lebih murah dibandingkan LPG tabung 3 kilogram.

"Pembangunan jaringan gas akan terus berlanjut menuju sasaran 1 juta sambungan rumah," ucap dia.

Ia menyebut sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor, dan dengan tersedianya 14.586 sambungan rumah di Gresik dan Sidoarjo, maka konsumsi LPG 3 kilogram bersubsidi diperkirakan berkurang sekitar 36,6 ribu tabung per bulan.

Ia mengatakan persetujuan lingkungan hidup UKL-UPL juga telah terbit untuk kedua kabupaten, rekomendasi teknis ruas jalan Kabupaten Gresik telah dikeluarkan, dan rekomendasi teknis perlintasan sungai juga telah diteken.

Dudung mengatakan dalam proses Jargas ini, operasi bisa dilaksanakan lewat rangkaian rapat koordinasi debottlenecking oleh KSP untuk pelepasan hambatan atau proses percepatan yang selama ini terhambat.

Ia mengatakan langkah itu ditempuh untuk memastikan target 119.379 sambungan rumah (SR) di 15 kabupaten dan kota pada tahap 2025-2026 tercapai. Dudung menyebut progres fisik pembangunan Jargas di Gresik telah mencapai 95,4 persen.

(mnf/ins)
placeholder