Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.948 per dolar AS pada perdagangan Senin (28/9) pagi. Mata uang Garuda melemah 45 poin atau 0,25 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS.
Yuan China turun 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,05 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,15 persen, dolar Singapura turun 0,09 persen, yen Jepang melemah 0,29 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,59 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak datar terhadap dolar AS.
Mata uang utama negara maju juga kompak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,01 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,05 persen, dolar Kanada turun 0,06 persen, dan franc Swiss melemah 0,12 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya imbal hasil obligasi AS, harga minyak mentah dunia, dan prospek kenaikan suku bunga The Fed menyusul data ekonomi AS, yaitu penjualan barang tahan lama yang lebih kuat, serta penolakan proposal Iran oleh AS," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (28/9).
Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18 ribu per dolar AS pada perdagangan hari ini.