Bahlil Sebut Rusia Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di RI

CNN Indonesia
Sabtu, 12 Sep 2026 03:45 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia masih memiliki sekitar 11 ribu desa yang belum menikmati akses listrik.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan perusahaan aluminium asal Rusia, Rusal, berencana untuk membuka pabrik pemurnian bauksit di Indonesia. (CNN Indonesia/Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan perusahaan aluminium asal Rusia, Rusal, berencana untuk membuka pabrik pemurnian bauksit di Indonesia.

Menurut Bahlil, kerja sama ini merupakan komitmen yang disampaikan setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Moskow di awal bulan.

"Mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina dan itu di daerah Kalimantan," ujar Bahlil ditemui di kantornya, Jumat (11/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil menyebutkan saat ini pemerintah dan Rusal tengah mengurus perizinan pembangunan. Nanti, kerja sama dilakukan dengan perusahaan dalam negeri.

"Untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final dan kita memang melakukan kolaborasi dan mereka melakukan kerjasama dengan pengusaha dalam negeri," jelasnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan Indonesia bekerja sama dengan Rusal, perusahaan aluminium asal Rusia. Rusal akan masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok-kelompok Indonesia.

"Rusal akan masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok-kelompok Indonesia," kata Prabowo di Eastern Economic Forum (EEF) Vladivostok, Rusia, Kamis (4/9).

Prabowo mengatakan Indonesia masih membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang.

"Kami masih menantikan semakin banyak kerja sama bersama antara Rusia dan Indonesia," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)