PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) atau ASDP mencatat jumlah penumpang di Pelabuhan Merak Banten dan Pelabuhan Bakauheni Lampung turun sekitar 6 persen imbas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Di Pelabuhan Merak, ASDP melaporkan sebanyak 2.280 penumpang dan 8.629 kendaraan yang melintas ke Bakauheni pada Jumat (4/9). Sedangkan pada Sabtu (5/9) jumlahnya turun menjadi 28.826 penumpang dan 8.075 kendaraan.
Kemudian di Bakauheni, jumlah penumpang 1.361 orang dan 7.371 kendaraan pada Jumat (4/9), sedangkan pada Sabtu (5/9) tercatat turun menjadi 1.365 penumpang dan 6.736 kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam situasi pasca aktivitas GAK, kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan regulator serta BMKG agar setiap keputusan operasional dapat dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan," ujar Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo dalam keterangan resminya, Senin, (7/9).
ASDP juga membagikan masker ke penumpang yang naik dan turun di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni. Seluruh masyarakat juga diminta menjaga keamanan bersama selama diperjalanan.
Perseroan akan terus memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) demi memastikan keselamatan penyebrangan kapal.
"Di tengah dinamika kondisi yang ada, kami akan terus hadir memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jasa," terangnya.
Menurutnya, dalam dua hari terakhir belum ada gangguan signifikan dalam proses penyebrangan di lintasan Selat Sunda yang menghubungkan Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Untuk di Pelabuhan Merak, PT ASDP menyiagakan 32 kapal Sedangkan di Bakauheni tersedia 28 kapal.
"ASDP terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan regulator, BMKG dan PVMBG untuk memastikan operasional penyeberangan tetap berlangsung dengan mengedepankan keselamatan," jelasnya.
(ynd/pta)