ERUPSI ANAK KRAKATAU

KAI Tambah Kereta Surabaya-Jakarta untuk Alternatif Transportasi Warga

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 11:06 WIB
Calon penumpang menunggu keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 28 Maret 2025. CNNIndonesia/Adhi Wicaksono
KAI menambah perjalanan kereta api dari Surabaya menuju Jakarta sebagai alternatif transportasi masyarakat di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daop 8 Surabaya menambah perjalanan kereta api dari Surabaya menuju Jakarta menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penambahan dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan alternatif transportasi.

KAI Daop 8 menyiapkan KA Tambahan Surabaya Pasarturi-Gambir yang berangkat dari Stasiun Surabaya Pasarturi pada Senin (7/9) pukul 14.10 WIB dan menuju Stasiun Gambir, Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kereta tambahan tersebut terdiri dari tiga kereta kelas eksekutif dan enam kereta kelas ekonomi new generation, dengan total kapasitas 582 tempat duduk.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan penambahan perjalanan dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan perjalanan masyarakat, terutama di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

"KAI Daop 8 Surabaya terus berupaya menghadirkan layanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan dapat menjadi pilihan masyarakat. Penambahan KA Tambahan Surabaya Pasarturi-Gambir ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju Jakarta," ujar Mahendro dalam keterangan resmi, Senin (7/9).

Selain menambah perjalanan baru, KAI Daop 8 meningkatkan kapasitas KA Anggrek keberangkatan malam dari Surabaya menuju Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 21.15 WIB.

Semula KA Anggrek membawa delapan kereta kelas eksekutif. Kini jumlahnya ditambah menjadi sembilan kereta dengan total kapasitas 450 tempat duduk.

Penambahan perjalanan dan kapasitas tersebut dilakukan setelah KAI melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perjalanan kereta api. Pada Minggu (6/9), tercatat 40.723 pelanggan menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya, baik pelanggan yang naik maupun turun.

Jumlah tersebut meningkat 8 persen dibandingkan Minggu (30/8) yang mencatat 37.657 pelanggan naik dan turun.

Sementara pada Senin (7/9) hingga pukul 08.30 WIB, jumlah pelanggan yang tercatat mencapai 39.312 orang, terdiri dari 17.029 pelanggan naik dan 22.283 pelanggan turun.

KAI Daop 8 mengatakan pemantauan kondisi operasional perjalanan kereta api dan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan perjalanan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan.

Masyarakat yang akan bepergian diimbau memantau informasi terbaru mengenai jadwal perjalanan dan memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, atau kanal penjualan tiket resmi lainnya.

"Kami mengimbau pelanggan untuk tetap mengikuti informasi resmi dari KAI terkait perkembangan perjalanan kereta api. KAI akan terus memberikan pelayanan terbaik dan melakukan penyesuaian operasional apabila diperlukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan," ucap Mahendro.

Penambahan perjalanan kereta tersebut dilakukan di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9) malam. Pada Senin (7/9), BMKG mencatat sebaran abu vulkanik telah bergerak ke arah Jakarta, Banten, Lampung, hingga Jawa Barat.

Berdasarkan laporan BMKG pukul 04.00 WIB, abu vulkanik terdeteksi pada dua lapisan ketinggian dengan arah sebaran berbeda.

Pada lapisan rendah hingga 15 ribu kaki atau sekitar 4,57 kilometer, abu bergerak ke arah tenggara hingga barat laut dan berpotensi memengaruhi kualitas udara serta jarak pandang di sejumlah wilayah.

Sementara pada lapisan tinggi hingga 50 ribu kaki atau sekitar 15,24 kilometer, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat dan berpotensi berdampak pada penerbangan.

BMKG memperkirakan sebaran abu vulkanik akan semakin meluas ke arah barat. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi BMKG, PVMBG, dan instansi terkait serta memperhatikan kondisi udara dan jarak pandang saat beraktivitas.

[Gambas:Youtube]

(del/pta)