Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (7/9).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat IHSG menguat cukup signifikan pada pekan lalu, didukung oleh tingginya volume pembelian. Namun, risiko koreksi masih membayangi pergerakan indeks.
"Dalam skenario terburuk, IHSG sudah berada di akhir wave v dari wave (c), sehingga rawan terkoreksi ke area 6.578-6.626," ujar Herditya dalam riset hariannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.561, 6.476 dan resistance 6.705, 6.755 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AMRT, ELSA, SSMS, dan INDY.
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham berpeluang mengalami koreksi setelah mengisi hampir seluruh area gap dan bergerak semakin jauh dari SMA-20.
"Potensi koreksi IHSG semakin besar untuk menguji garis SMA-20, sekaligus menguji support kedua di level 6.496," ujar Ivan.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 6.569, 6.496, 6.376, dan 6.230 dan resistance 6.836, 6.916, dan 7.071 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni MDKA, MEDC, dan PGEO.
IHSG ditutup di level 6.636 pada perdagangan Jumat (4/9) sore. Indeks saham melemah 31,41 poin atau minus 0,47 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp15,03 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,79 miliar saham.
Pada penutupan pekan lalu, 256 saham menguat, 363 terkoreksi, dan 172 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(pta)