Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.695 per Dolar AS Pagi Ini

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 09:25 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat masih melemah, pada Rabu 3 Oktober 2018 pukul 12.08 WIB 1 US$ dihargai Rp 15.070 di perdagangan pasar spot. Rupiah melemah 0,2% dibandingkan posisi penututupan sehari sebelumnya. CNNIndonesia/Safir M
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.695 per dolar AS pada Kamis (3/9) pagi, menguat 68 poin atau 0,38 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.695 per dolar AS pada perdagangan Kamis (3/9) pagi. Mata uang Garuda menguat 68 poin atau 0,38 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,03 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen, peso Filipina menguat 0,04 persen, yen Jepang naik 0,11 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,19 persen.

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan terdepresiasi 0,05 persen dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mata uang utama negara maju, pergerakan juga bervariasi. Euro Eropa turun 0,01 persen, poundsterling Inggris melemah 0,01 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,04 persen. Sementara dolar Kanada menguat 0,04 persen dan franc Swiss bergerak datar.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), ADP, menunjukkan hasil lebih lemah dari perkiraan.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data pekerjaan AS, ADP, yang lebih lemah. Namun penguatan akan terbatas oleh eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang tinggi," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

[Gambas:Video CNN]

(lau/pta)