BTN Ungkap KPR 40 Tahun Butuh Skema Asuransi untuk Mitigasi Risiko

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 21:40 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah bersubsidi di Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/2/2021). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi
PT BTN usulkan tenor KPR hingga 40 tahun dengan dukungan asuransi untuk mitigasi risiko. Ini bertujuan memperluas akses MBR terhadap kepemilikan rumah. (FOTO:ANTARA/Yulius Satria Wijaya).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menilai rencana pemberian tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga 40 tahun perlu didukung skema asuransi untuk memitigasi risiko pembiayaan jangka panjang.

Subsidized Mortgage Division Head BTN Noor Ridlo mengatakan tenor 40 tahun dapat membantu menekan cicilan dan memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap rumah. Namun, semakin panjang tenor, semakin besar risiko yang dihadapi perbankan.

"Terkait dengan semakin panjang tenor, semakin panjang juga risiko yang dihadapi oleh perbankan. Nah penguatan-penguatan ini yang diperlukan ya, dalam hal ini kita perlu adanya sistem asuransi yang bisa me-cover selama tenor itu," ujar Noor dalam acara CNN Indonesia Prime News Special Edition, Selasa (1/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Noor mengatakan BTN tengah mengupayakan sumber asuransi yang dapat mendukung KPR dengan tenor hingga 40 tahun.

"Kami dari Bank BTN juga sedang mengupayakan sumber-sumber asuransi yang bisa mendukung untuk itu selama 40 tahun tadi," katanya.

Selain asuransi, BTN menilai kepastian status tanah dan sumber pendanaan jangka panjang juga perlu diperhatikan. Pasalnya, sejumlah rumah berdiri di atas lahan berstatus HGB yang masa berlakunya dapat lebih pendek dibanding tenor KPR.

"40 tahun oke, cuma memang harus kita mitigasi sedemikian rupa sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dalam ini. Terutama pihak perbankan dan asuransi yang bisa me-cover tadi," tandasnya.

[Gambas:Youtube]

(lau/ins)