Bandara Kualanamu Sempat Setop Operasional, 21 Penerbangan Dibatalkan
Bandara Kualanamu sempat menghentikan operasional sementara dampak dari erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara yang terjadi Senin (31/8). Hal itu memengaruhi sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Internasional tersebut.
Plt Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi Bandar Udara Internasional Kualanamu, Dedy Sri Cahyono mengatakan sejak kemarin (31/8), total sementara penerbangan yang telah diinformasikan batal dari dan menuju Kualanamu mencapai 21 penerbangan.
"Dampak sebaran abu vulkanik menyebabkan sejumlah maskapai melakukan penyesuaian operasional berupa keterlambatan, perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan pada rute domestik maupun internasional," ujar Dedy, Selasa (1/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedy menyebutkan jumlah penerbangan terdampak masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik serta keputusan operasional masing-masing maskapai.
"Sementara sejumlah penerbangan lainnya mengalami keterlambatan maupun penyesuaian jadwal. Seluruh penyesuaian dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan," jelasnya.
Sebagai langkah keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia melalui Notam A3250/26 menginformasikan penutupan sementara aerodrome Bandar Udara Internasional Kualanamu pada Selasa, 1 September 2026 mulai pukul 10.50 WIB hingga pukul 12.45 WIB, akibat dampak abu vulkanik Gunung Sinabung.
"Informasi tersebut bersifat dinamis dan dapat diperbarui menyesuaikan perkembangan kondisi terkini. PT Angkasa Pura Aviasi bersama seluruh stakeholder terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan kondisi di lapangan," urainya.
Dia menambahkan penyesuaian operasional akan dilakukan sesuai kebutuhan dengan tetap mengacu pada aspek keselamatan penerbangan. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait akan terus dilakukan hingga kondisi operasional penerbangan berjalan kembali secara normal.
"Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama kami. Bersama seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan terkait, kami terus melakukan koordinasi serta memantau perkembangan kondisi terkini," sebutnya.
Angkasa Pura Aviasi, tambahnya, juga mengimbau kepada calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Kualanamu agar secara berkala memastikan kembali status penerbangannya melalui kanal informasi resmi maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.
Lihat Juga : |
"Masyarakat dan pengguna jasa diharapkan tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan operasional penerbangan. PT Angkasa Pura Aviasi akan terus menyampaikan pembaruan sesuai perkembangan kondisi serta informasi dari otoritas dan pihak terkait," paparnya.
Diketahui, Gunung Sinabung erupsi dengan kolom abu mencapai 3.500 meter di atas puncak pada Senin (31/8) pukul 10.17 WIB. Erupsi tersebut menjadi yang pertama sejak gunung api itu terakhir meletus pada 2022.
"Kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak berwarna hitam teramati dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur serta tenggara," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan dalam keterangan tertulis.
Berton menyebutkan pascaerupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Gunung Sinabung terakhir kali mengalami erupsi pada Tahun 2022.
"Peningkatan status tersebut mulai berlaku pada Senin (31/8) pukul 12.30 WIB berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik. Tingkat Aktivitas Level II (Waspada) sendiri ditetapkan sejak 17 Mei 2023," jelasnya.