Ara Siapkan 500 Rumah untuk Korban Gempa NTT Pakai Cara Ini

CNN Indonesia
Senin, 31 Agu 2026 22:15 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pemerintah siap membangun sebanyak 500 rumah bagi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri PKP Maruarar Sirait umumkan pembangunan 500 rumah untuk korban gempa NTT senilai Rp5 triliun. Proyek ini melibatkan gotong royong pemerintah dan swasta. (FOTO:CNN Indonesia/ Muhammad Falah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pemerintah siap membangun sebanyak 500 rumah bagi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pria yang akrab disapa Ara itu menyebut pembangunan rumah tersebut senilai Rp5 triliun dan telah dibahas bersama dengan Gubernur setempat.

"Total juga kita sudah menghimpun buat di NTT, 500 rumah yang sudah siap. Saya baru bicara panjang dengan gubernurnya untuk dibangun. Dan Rp5 miliar," ujar Ara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ara mengatakan pembangunan rumah tersebut akan melalui skema gotong royong dari pihak pemerintah bersama swasta.

Adapun rencana tersebut juga telah ia sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Satuan Petugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.

"Itu juga tadi saya sampaikan Pak Hashim, Bapak Presiden, (dengan skema) gotong-royong," bebernya.

[Gambas:Youtube]

Selain itu, Ara pun mengatakan telah menyiapkan anggaran dengan skema gotong-royong senilai Rp1,5 untuk membangun rumah di wilayah Nusa Tenggara Barat dengan nuansa bermakna budaya.

"Untuk NTB juga kita sudah menyiapkan Rp1,5 miliar dari gotong-royong untuk rumah yang bermakna budaya," pungkas Ara.

Lebih lanjut, dia turut membeberkan adanya pemberian rumah gratis kepada masyarakat di berbagai daerah. Sebanyak 200 rumah gratis untuk masyarakat Kabupaten Tangerang, 103 rumah untuk masyarakat Tapanuli Utara, 152 rumah untuk masyarakat Menteng Tenggulun, dan 500 rumah untuk masyarakat Johar Baru.

Ia memastikan rencana tersebut telah dilakukan secara komprehensif dengan pihak perbankan dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

"Itu juga komprehensif ada dengan perbankan, dengan PNM, arsiteknya (sebanyak) 50 gratis dan sebagainya. Jadi ini langkah-langkah strategis melibatkan gotong royong dari teman-teman swasta yang saya sebut tadi," tuturnya.

(fln/ins)